- ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Pengamat transportasi Azaz Tigor Nainggolan memilih untuk menyoroti kendaraan atau bus yang tak layak jalan. Menurutnya, pemerintah lemah dalam hal pengawasan dari pemerintah kepada armada atau bus-bus luar kota.Â
Saat diwawancara oleh VIVA, Azaz Tigor mengatakan, angka dari korban kecelakaan yang menggunakan bus-bus luar kota itu cukup tinggi. "Jika dibandingkan dengan kendaraan pribadi, angka dari bus antarkota itu cukup tinggi dan itu disebabkan oleh kurangnya pengawasan atau controlling terhadap armada bus-bus luar kota itu," tuturnya.Â
"Karena jujur saja, saya masih agak ragu pemerintah itu melakukan kontrol atau pengawasan rutin pada bus-bus kota itu," ujarnya menambahkan.Â
![]()
Kecelakaan maut
Ia mengaku, bulan lalu melakukan pemantauan dari Jakarta ke Sumatera. "Saya itu dari Jakarta ke Merak, dan itu bus-bus yang tidak layak pakai itu banyak berkeliaran di Tol Jakarta-Merak, dan mereka masih beroperasi," paparnya.Â
Ia menjelaskan, kelemahan pemerintah terjadi karena banyaknya bus yang tidak berangkat dari terminal, namun dari pool masing-masing. Pemerintah pun tak bisa mengawasi.Â
Azaz Tigor berharap, polisi berani tegas di jalan untuk menindak bus yang tak layak jalan. Sebab, ketegasan polisi menghentikan bus tak layak tersebut akan membuat pemudik lebih terjamin keselamatannya.
Persiapan Matang, Celaka Terhindar
Persiapan Ochi menjelang mudik dengan memeriksakan kendaraan sudah tepat. Cara yang ia pilih sudah sesuai dengan arahan dari Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi.Â
Menurut Budi, pemudik sebaiknya memperhitungkan keselamatan diri dan keluarga lebih dulu dengan memastikan mobil yang digunakan untuk mudik aman dan berada dalam kondisi layak jalan.Â
Budi meminta publik agar mengubah cara berpikir mereka saat persiapan mudik. Ia menyarankan agar masyarakat berpikir tiba di tempat tujuan dengan selamat lebih dulu. "Sementara singkirkan dulu pikiran mau jalan-jalan ke mana, mau kuliner ke mana, mau beli oleh-oleh apa, jangan pikirkan itu dulu," ujarnya.Â
Hal terpenting yang perlu dipikirkan saat mulai mudik, ujar Budi, adalah memikirkan mau lewat jalur mana, barang-barang apa saja yang perlu dibawa, juga pengaturan jam berangkat, jam istirahat dan pergantian pengemudi mobil.Â