- VIVA/M Ali Wafa
Dengan skema 2-3-5 dan lini depan diisi oleh Hong Djien, Soedarmadji, Pattiwael, Henk Sommers, dan Hans Taihuttu, pertahanan Hungaria memang begitu merana di awal laga. Setidaknya, hingga menit 12, Hungaria harus tertekan.
![]()
Potret Timnas Hindia Belanda yang bermain di Piala Dunia 1938
Sebuah fakta yang tak tercatat menyebutkan, ternyata Pattiwael pernah mencetak gol di awal-awal laga. Hanya saja, gol tersebut tak disahkan oleh wasit. Sebab, Pattiwael terjebak dalam posisi offside.
"Ayah saya sempat cetak gol. Tapi, wasit menganulirnya. Biasa, sepakbola memang begitu. Katanya sudah terjebak offside," terang Yohannes.
Selepas menit 12, permainan Timnas Hindia Belanda mengendur karena staminanya sudah terkuras. Jadilah, Hungaria mencetak empat gol ke gawang Timnas Hindia Belanda. Dimulai dengan aksi Vilmos Kohut pada menit 13, tiga gol lain yang dicetak oleh Geza Toldi, Sarosi, dan Gyula Zsengeller, tercipta di babak pertama.
Hingga akhirnya, pada babak kedua, tanda-tanda kebangkitan Timnas Hindia Belanda muncul. Tertinggal empat gol tak membuat nyali mereka ciut.
Inilah yang membuat Sarosi dan kawan-kawannya merasa kewalahan menghadapi barisan ‘kurcaci’, sesuai dengan tulisan di L'Equipe, Timnas Hindia Belanda. Meski pada akhirnya, mereka bisa cetak dua gol tambahan ke gawang Timnas Hindia Belanda.
"Semangat juang para pemain saat itu luar biasa. Ayah saya sering berkata, 'bukan pemain sepakbola, jika tak memiliki medali seperti ini'," terang Yohannes ketika menunjukkan medali penghargaan keikutsertaan ayahnya di Piala Dunia 1938.
Sejak awal, memang ada sebuah semangat yang diusung para pemain Timnas Hindia Belanda jelang duel melawan Hungaria. Bagi mereka, menghadapi Hungaria, yang saat itu berstatus raksasa, adalah kesempatan langka.
"Kami berharap pada pemain seperti Hong Djien, See Han, Soedarmadji, Pattiwael, dan Taihitu. Mereka punya potensi untuk mengobrak-abrik pertahanan Hungaria, yang layaknya petinju kelas berat papan atas," ujar Tan Mo Heng dikutip dari Bataviaasch Nieuwsblad edisi 4 Juni 1938, sehari sebelum laga dimulai.
Pun dengan taktik dan strategi. Bukan tanpa alasan Mastenbroek menempatkan lima striker di dalam skemanya. Mastenbroek tahu, skuatnya punya kelebihan dalam kecepatan. Alhasil, Hungaria pun kewalahan, meski akhirnya Timnas Hindia Belanda tetap kalah.