- VIVA/M Ali Wafa
"Ketika itu Belanda memang maunya orang-orang mereka saja yang masuk ke skuat. Pelatih tak bisa bohong. Lihat kualitas pemain pribumi dan tionghoa yang bagus, akhirnya mereka masuk tim. Ini membuktikan bahwa mereka layak karena kualitas," kata Yohannes.
Ada 17 pemain yang masuk ke dalam skuat Piala Dunia 1938. Dan 11 di antaranya merupakan pemain pribumi dan tionghoa. Lebih hebatnya lagi, sembilan orang pribumi dan tionghoa kerap masuk ke dalam starting eleven, baik di uji coba maupun laga Piala Dunia melawan Hungaria, 5 Juni 1938.
Kenangan manis Pattiwael di Piala Dunia itu tidak hanya diwariskan dari ayah ke anak. Salah satu cucu Pattiwael, John, juga antusias menceritakan kiprah hebat kakeknya beserta tim Hindia Belanda.
"Yang patut dicatat, kala itu mereka tak peduli disebut pengkhianat atau apa lah itu. Tujuan mereka cuma satu, ingin membawa nama orang Indonesia ke Piala Dunia. Akhirnya, kakek saya berhasil melakukannya. Entah apa yang terjadi, kalau kakek saya mendengarkan kata orang yang menyebutnya pengkhianat," ujar John.
Memang benar apa yang dikatakan John. Niat 11 pemain pribumi dan Tionghoa itu memang sangat mulia. Mereka ingin membuktikan, di tengah penjajahan, ada orang-orang lokal yang bisa berprestasi di pentas internasional. Tak peduli, apa bendera yang mereka bawa.
Kisah 'Gol' Bersejarah Indonesia
Dalam Piala Dunia 1938, Pattiwael menjadi salah satu pemain yang paling diperhatikan publik Stade Velodrome, Reims, Prancis. Kegesitan dan kecepatannya mampu membuat sektor pertahanan Hungaria kocar-kacir di awal laga.
Bukan cuma Pattiwael, tapi juga pemain lain macam Hong Djien, Suvarte Soedarmadji, dan Hans Taihittu, membuat Hungaria kewalahan.
Para pemain Hungaria, yang jadi lawan Hindia Belanda, pun mengakuinya. Salah satu bintang Hungaria saat itu, Gyorgy Sarosi, sempat curhat kepada pewarta asal Belanda, CJ Goorhof. Kepada Goorhof, Sarosi mengatakan, timnya dibuat repot oleh Hindia Belanda. Mereka pun terkejut dengan kelincahan serta semangat juang para pemain Timnas Hindia Belanda.
Pemain seperti Pattiwael dan Soedarmadji, disebut sebagai pembuat onar di lini belakang Hungaria.