Selisik Danau Vulkanik

Danau Segara Anak
Danau Segara Anak
Sumber :
  • Indonesia Travel

VIVA – Insiden tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba pada 18 Juni 2018 membuat publik seperti mendapatkan pembelajaran kembali tentang danau vulkanik.

Kedalaman Danau Toba yang diperkirakan mencapai hingga 500 meter menjadi bukti, bahwa selain letusan Gunung Krakatau Purba, yang konon disebut mampu membentuk Selat Sunda yang membelah Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, Indonesia juga pernah mengalami letusan dahsyat yang terjadi pada Gunung Toba.

Letusan dahsyat Gunung Toba yang terjadi pada 74.000 tahun yang lalu itu mampu membuat kaldera yang sangat luas dan masih terus bergerak di masa-masa awal kaldera itu terjadi. Setelah puluhan ribu tahun, kaldera yang terisolasi itu kini membentuk danau. Airnya sangat dalam karena sudah menampung air selama puluhan ribu tahun. 

Sekjen Ikatan Ahli Geologi Indonesia Dwandari Ralanarko menjelaskan, kedalaman air Danau Toba yang mencapai ratusan meter memang berbeda dengan kedalaman Selat Sunda yang hanya berkisar 50 meter.

"Kita akan bicara dimensi waktu. Letusan Gunung Toba purba terjadi 70 ribu tahun yang lalu, sementara letusan Krakatau terjadi pada lima abad yang lalu. Itu sebabnya kedalaman air mereka berbeda," ujar Dwandari kepada VIVA yang mewawancarainya Kamis, 5 Juli 2018. 

Sejak masa lalu, Indonesia adalah bagian dari Cincin Api Pasifik, yaitu negara yang memiliki gunung berapi aktif. Hingga 2012, tercatat ada 127 gunung berapi yang masih aktif di Indonesia. 

Gunung Krakatau, Lampung.