- Indonesia Travel
Pakar Geologi lainnya, Indyo Pratomo menjelaskan, letusan Gunung Toba juga membentuk danau vulkanik Toba. Namun letusannya berbeda dengan letusan gunung api biasa. Letusan Gunung Toba adalah erupsi super volcano. "Bayangkan, gunung api adalah sebuah kerucut. Kaldera itu terjadi karena erupsi yang mengosongkan dapur magma," tuturnya.Â
Kemudian karena kosong, tidak ada daya dukungnya, akhirnya runtuh. "Atap dari dapur magma runtuh. Jadi bukan seluruh dapur magmanya, tapi hanya bagian atap dari dapur magmanya," ujar dia.Â
Nah, itulah yang membuat menjadi kaldera. "Seperti kolam besar lah." Â
Indyo menambahkan, saat ini kaldera termuda di dunia adalah kaldera dari letusan Gunung Tambora.
Letusan Bisa Sama, Karakteristik Mungkin Berbeda
Meski banyak gunung berapi di Indonesia, ternyata tak serta merta masing-masing kaldera akan membentuk kondisi yang sama. Sukmandaru menjelaskan, karakter danau vulkanik di Indonesia tak selalu sama karena sangat tergantung kondisi geologi lokalnya.Â
Ia mengambil contoh kawah Gunung Kelud. Saat Gunung Kelud meletus, danau tersebut mengering. "Kenapa mengering? Karena permukaan danau tersebut tertutup oleh material vulkanik," ujarnya.
Jadi, ujar Sukmandaru, kondisi dan karakteristik danau vulkanik sangat tergantung kondisi geologi lokalnya.Â
Rudy Suhendar, kepala Badan Geologi ESDM memberikan contoh lainnya adalah kaldera di Gunung Tangkuban Perahu. "Tangkuban Perahu tidak seperti Danau Toba, karena air masuk ke situ langsung meresap ke bawah. Tapi untuk danau Toba ada beberapa fase dan beda fasenya itu ratusan tahun," ujarnya.
![]()
Kawah Ratu yang berada di kawasan Gunung Tangkuban Perahu di Bandung, Jawa Barat. (www.indonesia-explorer.net)
Fase puluhan ribu tahun yang dilalui kaldera Toba akhirnya membentuk Danau Toba dengan kedalaman air yang fantastis.Â
Sekjen Ikatan Ahli Geologi Indonesia Dwandari Ralanarko juga menuturkan hal yang sama. Menurutnya, tak semua letusan gunung api akan menghasilkan danau vulkanik seeksotis Danau Toba.Â
Meski ada kondisi yang mirip, misalnya dari sifat magma, periode aktif, kemudian ditambah konfigurasi lain yang mendukung misalnya geoformologi bisa saja akan terjadi pola yang sama. Namun, gunung-gunung lain tak memiliki usia letusan yang sepurba Gunung Toba.Â