- VIVA/Dwi Royanto
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Media Nasional (Median) Rico Marbun mengatakan, bila MK membatalkan angka ambang batas capres maka akan mengubah peta politik. Ambang batas capres yang diatur dalam Undang-undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, parpol atau gabungan parpol harus mengantongi 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional untuk bisa mengusung pasangan capres dan cawapres pada 2019.
"Mungkin alasan legal ya, Jokowi masih menunggu keputusan dari MK tentang presidential threshold 0 persen. Itu nanti akan berpengaruh kepada formula koalisi kan, dan seberapa banyak partai yang ingin ditarik," ujar Rico kepada VIVA, Rabu, 18 Juli 2018.
Rico melihat Jokowi dalam posisi serba sulit sebagai calon presiden incumbent. Sebab, ia menganalisis rumit untuk Pilpres 2019 karena punya dampak untuk 2024. PDIP sebagai partai asal Jokowi dan pemenang 2014 juga tak punya kekuatan untuk mengatur koalisi.
Menurut dia, PDIP saat ini hampir seperti partai koalisi yang tak menginginkan sosok cawapres dari luar barisan pendukung. "Ini jadi yang agak rumit karena pertarungan ini adalah mukadimah menuju pertarungan 2024 sehingga tidak boleh ada 1 partai yang lebih kuat dibanding yang lain."
Â
Pengamat sekaligus peneliti Cyrus Network, Hasan Nasbi mengatakan, Jokowi sedang mencari pendamping untuk mengerek kestabilan. Artinya, kekurangan pemerintahan Jokowi selama hampir empat tahun ini harus ditambal oleh figur cawapres.
Hasan menganalisis figur yang lebih cocok menjadi cawapres secara rasional dari kalangan Islam. Selama ini, Jokowi dicap kurang bisa merangkul suara umat Islam. "Tidak berasal dari partai pun tidak apa-apa, tapi dia laki-laki dan representasi dari kelompok Islam," ujar Hasan.
Terkait sikap Jokowi yang coba merangkul nama-nama yang masuk bursa cawapres, ia melihat hal yang lumrah. Sebab, bila Jokowi cuek dan tak berkomunikasi dengan daftar nama maka berpotensi mempengaruhi koalisi. Sisa waktu yang mepet ini juga dinilai sebagai momen penting.
"Sebagian nama-nama kan dari koalisi partai pendukung. Jokowi mau enggak mau ya harus bisa rangkul buat kesolidan koalisi."
Kongsi Koalisi
Kursi cawapres petahana menjadi rebutan. Tak hanya dari koalisi, figur dari luar juga kesengsem mencoba peruntungan.