- ANTARA/Puspa Perwitasari
Persaingan di Pilpres 2019 dinilai akan memberikan nuansa politik yang tak jauh berbeda seperti 2014. Sedikit perbedaan ada di timing, di mana perhelatan Pilpres 2019 akan digelar berbarengan dengan Pemilu Legislatif.
Seperti lima tahun lalu, komposisi timses dari dua kubu juga masih tak akan lepas dari keberadaan peran purnawirawan jenderal TNI yang akan bergerak di belakang layar.
"Eks jenderal TNI itu penting karena punya jaringan sosial luas dan punya pengaruh," ujar pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin kepada VIVA, Jumat, 24 Agustus 2018.
Dari barisan kubu Prabowo-Sandi ada eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso. Sosok Djoko juga diproyeksikan duduk di kursi ketua timses Prabowo-Sandi. Pengalaman Djoko sebagai bagian timses Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Pilpres 2014 menjadi kelebihan lain.
"Kita punya barisan jenderal. Pak Djoko Santoso senior dan punya pengalaman. Bisa diterima semua parpol yang ada," kata Wakil Ketua Umum Gerindra, Ferry Juliantono kepada VIVA, Jumat, 24 Agustus 2018.
![]()
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso (tengah) saat menjadi bagian timses Prabowo-Hatta. (VIVA/Ikhwan Yanuar)
Selain Djoko, kubu Prabowo-Sandi juga berisi figur Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono yang juga merupakan mantan Presiden R1 dua periode serta Ketua Umum Partai Demokrat. Deretan ini masih bertambah dengan nama dari luar timses.
"Masih kami godok nama-nama untuk finalnya pekan depan kami daftarkan ke KPU," tutur Ferry.
Di kubu sebelah, timses Jokowi-Ma'ruf mendaftarkan deretan purnawirawan jenderal TNI. Mulai Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Jenderal (Purn) Moeldoko, Letjen (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus, Laksamana TNI (Purn) Marsetyo, Marsekal Pertama TNI (Purn) Usra Hendra Harahap.
Deretan nama ini belum termasuk elite partai koalisi yang berada di luar timses seperti Letjen (Purn) Luhut Binsar Panjaitan sampai Jenderal (Purn) Wiranto.
Komposisi timses Jokowi dinilai lebih lengkap dari sisi representasi kekuatan politik pendukungnya. Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Survei Median, Rico Marbun menilai, kekurangan timses Jokowi hanya satu yaitu ngebet mendorong figur ketua yang bisa menambah perolehan suara.