- ANTARA/Puspa Perwitasari
Dari informasi bermunculan nama seperti Moeldoko, Gatot Nurmantyo, sampai Luhut Panjaitan diproyeksikan sebagai kandidat ketua timses. Terkait isu ini, Sekretaris Timses Jokowi, Hasto Kristiyanto berkilah urusan ketua timses diserahkan kepada Jokowi.
Ia mengisyaratkan susunan lengkap final timses akan diserahkan ke KPU sebelum tanggal 21 Agustus.
"Itu nanti akan diketahui setelah kita daftarkan ke KPU. Kita pasti ingin tim kampanye bisa bekerja, kami kompak dan terus merancang program-program yang membumi," ujar Hasto di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, 21 Agustus 2018.
Adu Strategi Jubir
Pengalaman Pilpres 2014 dan Pilkada DKI 2017 menjadi guru terbaik untuk timses di Pilpres 2019. Persaingan ketat untuk merebut takhta yang diincar membuat timses masing-masing belajar memperkuat pertahanan dan menyerang kelemahan lawan.
Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfarabi menyoroti kubu Prabowo. Bagi dia, poros oposisi menyiapkan tim juru bicara yang kuat pemahaman ekonomi.
Keberadaan Kwik Kian Gie hingga Sudirman Said di barisan jubir Prabowo menjadi indikasi untuk menyerang kinerja sektor ekonomi pemerintahan era Jokowi.
"Ini kan menjadi catatan pertarungan perdebatan di Pilpres 2019 bagaimana pencapaian sektor ekonomi Jokowi," sebut Adjie.
Sementara, koalisi Jokowi pun menciutkan daftar jubir mereka. Awalnya digembor-gemborkan ada Farhat Abbas sampai Razman Nasution, namun batal. Kini, justru hampir sebagian kader loyalis partai koalisi menjadi jubir.
![]()
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi (kiri) saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta. (VIVA/WIdodo S Jusuf)
Beberapa nama seperti Ace Hasan Syadzily, Johan Budi, Arief Budhimanta, Irma Suryani didaftarkan sebagai jubir Jokowi. Dari komposisi nama ini, kubu Jokowi ingin lengkap dalam sektor ekonomi, sosial, sampai politik.
Bagi Adjie, sebagai poros petahana, kubu Jokowi sadar jubir memiliki fungsi duta capres. Citra jubir merupakan penyampai pesan sehingga harus memenuhi unsur kredibel, moralitas yang bisa dipercaya publik.
Menurut dia, hal ini yang mungkin tak masuknya Farhat Abbas Cs dalam susunan timses. "Jubir sebagai duta capres, juga penyampai pesan, oleh krn itu, harus memenuhi dua unsur, kredibel, moral," ujar Adjie menganalisis.