SOROT 515

Adu Kuat Mesin Perang Jokowi dan Prabowo

Presiden Jokowi bersama Prabowo Subianto.
Sumber :
  • ANTARA/Puspa Perwitasari

Dari informasi bermunculan nama seperti Moeldoko, Gatot Nurmantyo, sampai Luhut Panjaitan diproyeksikan sebagai kandidat ketua timses. Terkait isu ini, Sekretaris Timses Jokowi, Hasto Kristiyanto berkilah urusan ketua timses diserahkan kepada Jokowi.

img_title Prabowo Ungkap Data IMF, Ekonomi RI Masuk 7 Besar Dunia

Ia mengisyaratkan susunan lengkap final timses akan diserahkan ke KPU sebelum tanggal 21 Agustus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Itu nanti akan diketahui setelah kita daftarkan ke KPU. Kita pasti ingin tim kampanye bisa bekerja, kami kompak dan terus merancang program-program yang membumi," ujar Hasto di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, 21 Agustus 2018.

img_title Angka Kemiskinan Indonesia Turun Jadi 8 Persen, Cak Imin: 2029 Ditargetkan 5 Persen

Adu Strategi Jubir

Pengalaman Pilpres 2014 dan Pilkada DKI 2017 menjadi guru terbaik untuk timses di Pilpres 2019. Persaingan ketat untuk merebut takhta yang diincar membuat timses masing-masing belajar memperkuat pertahanan dan menyerang kelemahan lawan.

img_title Prabowo Resmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Apa Fungsi dan Tugasnya?

Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfarabi menyoroti kubu Prabowo. Bagi dia, poros oposisi menyiapkan tim juru bicara yang kuat pemahaman ekonomi.

Keberadaan Kwik Kian Gie hingga Sudirman Said di barisan jubir Prabowo menjadi indikasi untuk menyerang kinerja sektor ekonomi pemerintahan era Jokowi.

"Ini kan menjadi catatan pertarungan perdebatan di Pilpres 2019 bagaimana pencapaian sektor ekonomi Jokowi," sebut Adjie.

Sementara, koalisi Jokowi pun menciutkan daftar jubir mereka. Awalnya digembor-gemborkan ada Farhat Abbas sampai Razman Nasution, namun batal. Kini, justru hampir sebagian kader loyalis partai koalisi menjadi jubir.

Presiden Joko Widodo (kanan) dan Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi (kiri).

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi (kiri) saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta. (VIVA/WIdodo S Jusuf)

Beberapa nama seperti Ace Hasan Syadzily, Johan Budi, Arief Budhimanta, Irma Suryani didaftarkan sebagai jubir Jokowi. Dari komposisi nama ini, kubu Jokowi ingin lengkap dalam sektor ekonomi, sosial, sampai politik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi Adjie, sebagai poros petahana, kubu Jokowi sadar jubir memiliki fungsi duta capres. Citra jubir merupakan penyampai pesan sehingga harus memenuhi unsur kredibel, moralitas yang bisa dipercaya publik.

Menurut dia, hal ini yang mungkin tak masuknya Farhat Abbas Cs dalam susunan timses. "Jubir sebagai duta capres, juga penyampai pesan, oleh krn itu, harus memenuhi dua unsur, kredibel, moral," ujar Adjie menganalisis.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut