- REUTERS/Carlos Barria/Jonathan Ernst
Posisi deputi manajer kampanye dipegang oleh Michael Glassner, yang pernah terlibat dalam tim kampanye George W.Bush Jr, juga Sarah Palin. Trump memposisikan Sam Clovis sebagai penasihat. Ia adalah seorang publik figur, mantan anggota US Air Force, mantan penyiar radio dan akhirnya menjadi politisi.
Untuk Penasihat Keamanan Nasional Trump melibatkan Walid Phares, seorang akademisi keturunan Lebanon yang juga pakar teroris dan Timur Tengah.
Trump juga tak menganggap remeh peran media, termasuk media sosial. Sejak 2011, Trump sudah memiliki Justin McConney, seorang anak muda yang secara intens mengawasi media sosial Trump. Ia yang menyarankan agar Trump secara rutin menuangkan isi pikirannya melalui Twitter, membuat youtube, Vine, dan Instagram. Mcconney mampu melejitkan follower Trump di Twitter. Dari hanya 100.000 follower pada 2011, menjadi lebih dari 13juta pada 2016.
Trump juga mengangkat Daniel Scavino Jr sebagai tim media sosial. Scavino adalah imigran Italia yang merintis karier dari bawah sebagai caddy khusus Trump. Ia terus bergerak sampai menjadi General Manager di lapangan golf milik Trump, hingga Trump melibatkannya sebagai Direktur Sosial Media.
![]()
Hope Hicks di jamuan makan malam kenegaraan Jepang untuk Trump. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Untuk posisi Sekretaris Pers dan Juru Bicara Trump mengangkat Hope Hicks, seorang konsultas PR terkenal di AS. Lalu ada Katrina Pierson sebagai Juru Bicara. Katrina Pierson adalah pribadi unik. Ia keturunan Afro Amerika yang pernah mencuri pakaian karena tak punya baju untuk wawancara kerja. Ia dihukum dan dipenjara. Keluar dari penjara ia melanjutkan sekolah hingga akhirnya menjadi aktivis Tea Party, sebuah gerakan akar rumput Partai Republik yang kerap menyuarakan isu-isu ketimpangan dan pengurangan hutang.
Khusus untuk menjangkau warga kulit hitam, Trump merekrut Omarosa Manigault. Seorang artis reality show dengan tayangan terkenalnya, The Apprentice. Ia juga seorang penulis dan akhirnya bersedia terlibat membantu Trump hingga memenangkan pemilihan presiden.
Strategi Wujudkan Kemenangan
Kemenangan Donald Trump atas Hillary jelas tak lepas dari kerja keras dan kerja cerdas tim sukses Trump. Mereka mampu melihat titik-titik krusial yang tak dilihat oleh tim Hillary.