SOROT 515

Jurus Timses Trump Gegerkan Amerika

Donald Trump (kanan) dan Hillary Clinton (kiri) saat berkampanye memperebutkan kursi Presiden AS.
Sumber :
  • REUTERS/Carlos Barria/Jonathan Ernst

Tim sukses Trump mengabaikan semua hasil jajak pendapat dan memilih serius menggarap beberapa area yang berpotensi mendongkrak perolehan suara Trump, juga menawarkan isu baru di area yang potensial tersebut.

img_title Donald Trump: Kami Akan Rebut Kembali DPR dan Gedung Putih

Tak heran, meski diterpa berbagai skandal, termasuk skandal seksual di hari-hari menjelang pemilihan presiden, tapi ternyata ada kantong-kantong dengan suara solid yang berhasil dirampas oleh tim sukses Trump.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dan ternyata kantong suara itu berhasil menyumbang suara kemenangan untuk Trump secara signifikan. Dikutip dari BBC, ini adalah beberapa hal yang berhasil dimainkan oleh tim sukses Trump hingga berhasil mendulang suara:

img_title Menteri Luar Negeri AS Era Trump Dinyatakan Melanggar Aturan Etika

1. Menguasai Ohio, Florida, dan North Carolina. Tiga negara bagian ini termasuk wilayah yang menentukan kemenangan kandidat presiden AS. Tim kampanye Trump bergerak di tiga negara ini, di mana kelas pekerja di wilayah tersebut merasa kerap tak mendapat perhatian dari elit dan kelas mapan. Bagi mereka, Clinton masuk dalam kategori kelas mapan. Itu sebabnya mereka meninggalkan Demokrat dan beralih ke Republik. Warga tiga wilayah itu menolak Clinton dan membuka pintu untuk Trump.

2. Trump dianggap memiliki daya tarik pribadi yang besar. Sehingga seburuk apapun cerita yang muncul, pribadi Trump tetap menarik. Pribadi yang dianggap menarik itu dimainkan oleh tim kampanyenya. Trump dibiarkan menjadi dirinya sendiri.

img_title Biden dan PM Jepang Rancang Persatuan Hadapi China

Senator John McCain

Senator John McCain. (REUTERS/Brian Snyder)

Ia mengejek politikus dan veteran perang John McCain, adu mulut dengan Fox News dan pembawa acaranya Megyn Kelly, menolak pertanyaan dari wartawan CNN, mengejek peserta ratu kecantikan dan setengah hati saat meminta maaf dalam kasus video yang menunjukkan ia sangat merendahkan perempuan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam tiga debat presiden, ia juga tak tampil meyakinkan. Tapi tampilan Trump yang seperti itu ternyata mampu menarik publik. Agak aneh memang, urakan dan melecehkan, tapi publik Amerika tetap memilihnya.

3. Memanfaatkan kejenuhan warga AS atas dominasi kelompok mapan. Persaingan menyingkirkan kelompok mapan oleh timses Trump bahkan sudah dimulai sejak masih bersaing di internal Partai Republik. Trump menyisihkan Marco Rubio, Ted Cruz, Chris Christie, Ben Carson, yang lebih populer dan mampu membuat mereka bertekuk lutut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut