- REUTERS/Yves Herman
Pria tersebut mengatakan, dahulu, tahun 1980-an Paris sangat berbeda dalam hal populasinya. Bahkan tempat tinggalnya L’Ile Saint-Denis juga kini sebagian besar sudah dihuni oleh para imigran dan keturunannya.
“Kami kebanyakan hidup miskin, ada orang Prancis, Eropa Timur juga Afrika dan Arab,” kata Dendoune dipublikasikan BBC beberapa waktu yang lalu.
Menurut dia, setidaknya dalam dua dekade, komposisi penduduk yang awalnya kebanyakan oleh warga kulit putih atau keturunan Anglo-Saxon perlahan mulai berubah. Hal itu juga nyata terlihat di sekolah-sekolah dan menunjukkan bahwa populasi pendatang, termasuk komunitas Muslim, bertambah bila diamati dengan kasat mata.
“Dahulu di foto sekolah saya lebih dari separuh adalah anak-anak kulit putih . Kalau sekarang justru sebaliknya, mungkin mereka hanya ada satu dua menyempil,” kata pria keturunan imigran tersebut.
![]()
Muslimah di Eropa
L’Ile St-Denis merupakan salah satu wilayah permukiman di pinggiran Prancis yang banyak dihuni oleh para imigran khususnya dari Afrika yang sudah menghuni area itu sejak tahun 1960-an. Diketahui banyak negara di Afrika Utara yang memang koloni Prancis dahulu kala.
Selain warga keturunan Afrika, wilayah ini juga dihuni oleh keturunan imigran asal Aljazair, Maroko, Tunisia. Selain di L’Ile St-Denis, sebagian besar mereka juga tinggal di pinggiran Kota Paris, Lille, Lyon, Marseille dan kota-kota lainnya.
Awalnya, mereka disebut warga keturunan Afro Prancis maupun Arab Prancis. Belakangan, warga keturunan yang kebanyakan memeluk agama Islam ini cenderung menyebut diri sebagai Muslim Prancis.
Pertumbuhan Pesat
Hingga tahun 2018, Muslim termasuk komunitas minoritas di belahan dunia Eropa. Walaupun untuk negara-negara tertentu khususnya di Eropa Barat, jumlah populasi Muslim disebutkan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Menurut data lembaga penelitian ternama asal Amerika Serikat, Pew Research Centre, tahun 2016, sebaran dan rasio penduduk Muslim di Prancis dan Swedia bahkan termasuk yang paling banyak. Muslim keturunan, paling banyak dicatat berada di Prancis dan Jerman.
Hingga pertengahan tahun 2016, penduduk Muslim di Prancis berjumlah 5,7 jiwa atau 8,8 persen dari populasi negara tersebut. Sementara Muslim di Jerman pada periode tersebut hingga 5 juta jiwa atau 6,1 persen.