SOROT 519

Geliat Muslim Eropa, Semangatnya Mendunia

Masjid Agung Brussels, Belgia
Sumber :
  • REUTERS/Yves Herman

Salah satu studi yang dilakukan lembaga think tank konservatif menunjukkan, bahwa tak sedikit Muslim di Jerman contohnya yang rela terjadi asimilasi agar bisa beradaptasi dengan lingkungan baru mereka. Dilansir Deutsche Welle, hal ini membantah adanya anggapan bahwa imigran termasuk Muslim pendatang tak bisa menyesuaikan diri hidup di Eropa. Mereka meski memiliki kebudayaan asli dinilai justru bisa berintegrasi.

img_title Putin Bantah Tuduhan Rusia di Balik Sejumlah Demo di Negara Eropa

Yayasan Konrad Adenauer dengan judul studi “What Makes Us Who We Are, What Unite Us” merilis bahwa para keturunan imigran khususnya yang sudah lahir di negara itu bisa dianggap sebagai bagian dari generasi Jerman yang baru. “Integrasi ini memang membutuhkan kemauan khususnya dari mayorits untuk mengadopsi nilai-nilai yang sudah ada di masyarakat,” kata Kepala Kantor Konseling Imigrasi Pemerintah dalam presentasi dalam studi tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui survei yang dilakukan terhadap 1000 orang baik pendatang yang tak lahir di Jerman maupun generasi yang sudah lahir di Jerman menunjukkan, bahwa 83 persen bersedia mengadopsi nilai-nilai dalam masyarakat Jerman ke hidup mereka. Namun para pengungsi dan para pencari suaka tidak masuk dalam responden yang disurvei. Melainkan kebanyakan mereka yang masuk ke Jerman pada saat periode derasnya tenaga dari Turki masuk ke negara itu demi mencari pekerjaan.

img_title Ngeri! Panas Ekstrem di Eropa Menelan 50 Ribu Korban Jiwa, Angka Kematian Lampaui Rekor 2022

Warga Muslim Jerman salat di Masjid Merkez Buyuk Cami, Dortmund.

Muslim di Jerman saat salat di Masjid Merkez Buyuk Cami, Dortmund

img_title Prancis Minta Media Sosial TikTok hingga Instagram Diblokir Cegah Kerusuhan Lanjutan

Sementara di Prancis, merespons pertumbuhan Muslim di negara itu dan berbagai isu multikulturalisme yang mengikutinya, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, baru-baru ini mencetuskan sebuah konsep, gagasan baru yang disebutnya Islam Prancis. Meski konsep ini dianggap masih sangat mentah dan menimbulkan pro dan kontra.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir The Atlantic, dalam sebuah wawancara, Presiden Macron mengemukakan rencananya melahirkan sebuah Islam Prancis yaitu komunitas Islam yang bisa berintegrasi di Prancis sehingga komunitas itu akan memiliki ciri khas Prancis. Macron mengatakan bahwa di benaknya, Islam Prancis adalah Muslim yang penuh damai, bisa berkompromi dengan sekularisme, moderat dan memerangi ekstremisme yang saat ini sering dikait-kaitkan dengan Islam.

Tujuannya kata dia, melahirkan sebuah Islam yang fit dengan nilai nasionalisme di Prancis dan imun terhadap konsep radikal yang muncul dari luar Prancis. Namun konsep tersebut dikritik oleh pakar Islam dari Institut Universitas Eropa di Florence, Olivier Roy.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut