SOROT 522

Nostalgia Melawai

Kawasan Melawai Blok M pada tahun 80an
Sumber :
  • www.kaskus.co.id

Nova juga mengingat tempat jajan favorit saat itu. Perempuan berusia 46 tahun itu mengaku paling senang makan di 'ah,'  akronim dari American Hamburger, dibaca 'Aha'. Bagi anak tongkrongan di Melawai, belum sah status 'anak Melawai' kalau belum makan di Aha. Resto yang berdiri sejak tahun 1977 ini menjadi spot favorit masa itu karena menyediakan aneka menu ala Barat, dengan harga yang sangat terjangkau bagi kantong ABG. Ada spaghetti, fried chicken, french fries, salad, burger juga steak. Restoran ini juga menyediakan cake potong. Menu favorit yang melegenda di Aha adalah choco milk shake dan black forest cake.

img_title Melawai, Dulu dan Sekarang

Blok M Sorot

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Restoran ah di Blok M

img_title Pantai-pantai Permai di Kawasan Balikpapan

Tempat makan favorit lainnya makanan cepat saji Kentucky Fried Chicken atau KFC.  Gerai ayam goreng ini berdiri di Melawai pada tahun 1979. Masa itu, menikmati ayam goreng di KFC tak ada nasi. Cukup ayam goreng, kentang, dan saos tomat. Dulu KFC juga masih menyediakan  menu jagung rebus yang wangi, manis, dan renyah. Sayang, menu itu sekarang hilang dari berbagai gerainya. KFC masa itu juga selalu bersisian dengan gerai es krim Swensen. Es krim gelato dengan berbagai rasa yang lezat dengan topping khusus.  Dua lokasi makan itu juga menjadi tempat favorit anak muda untuk nongkrong sambil mengisi perut.

Masuk tahun 2000-an, Nova mulai mengurangi kunjungannya ke Blok M. Tapi, saking cintanya pada Melawai dan Blok M, ketika api besar melalap Pasar Blok M tahun 2005, Nova mengaku segera mendatangi lokasi. Di depan pasar yang terbakar, ia menangis tersedu-sedu. Ia merasa api sudah membakar separuh masa remajanya.

img_title Susunan Pemain Persik Vs Dewa United di Super League: Struick Starter, Ezra Walian Tak Masuk Skuad

Kenangan manis Melawai juga diingat Hendra Setiawan. Wirausahawan yang kini berusia 45 tahun itu mengaku pernah menjadi bagian dari mereka yang kerap memarkir mobil terbaru di pinggir jalan Melawai Raya, lalu menyetel musik menggunakan tape mobil yang volumenya diputar hingga angka maksimal. Hendra mengingat, masa itu adalah masa yang asyik.

Ia dan rekan sejawatnya bisa duduk bareng dan akhirnya berkenalan dengan banyak orang hanya karena membicarakan sound sistem mobil, modifikasi mobil, atau hal-hal lain tentang otomotif. "Berantem-berantem ada-lah, namanya juga anak muda. Tapi berantemnya one by one, enggak pakai tawuran. Selebihnya ya berteman saja," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut