SOROT 522

Nostalgia Melawai

Kawasan Melawai Blok M pada tahun 80an
Sumber :
  • www.kaskus.co.id

Tapi Harun yakin, jika pembangunan MRT sudah rampung, kawasan itu akan kembali ramai. "Di sini adalah simpul terakhir kemacetan, dan di sini menjadi meeting point," ujarnya optimis.

img_title 3 Tewas Akibat Kebakaran di Hotel F2 Melawai, Satu Orang Belum Teridentifikasi

Optimisme Harun bisa menjadi nyata. Wali Kota Jakarta Selatan mengatakan, Gubernur DKI Anies Baswedan sudah bersiap untuk menghidupkan kembali Blok M dan Melawai. Menurut Marullah Matali, gubernur sudah menekankan agar setiap wilayah di DKI ada tempat ketiga, third place, yaitu tempat di mana warga bisa menghibur diri. Bahkan Anies akan melibatkan ahli arsitektur untuk mengembalikan Melawai menjadi pusat kumpul warga Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tentang bentuk dan modelnya masih didiskusikan. Semoga lebih inovatif, menarik dan praktis. Jadi pusat ngumpul, kuliner dan hiburan. Apalagi sekarang ada kantor Gojek di Pasaraya, silicon valley-nya. Mudah-mudahan bisa berkembang terus," ujarnya.

img_title Hal Ini yang Buat Helmy Yahya dan Denny Malik Kangen Daerah Melawai Era 90-an

Marullah menjelaskan, bagian dari penataan nantinya akan mengintegrasikan antarlokasi ruang terbuka untuk mengurangi crowded. Meski belum bersedia menjelaskan detil, namun Marullah memastikan, perubahan wilayah tersebut sudah akan bisa dirasakan dua hingga tiga tahun ke depan. "Ini memang program jangka panjang, tapi mungkin dalam dua atau tiga tahun ke depan sudah bisa dirasakan perubahannya," tuturnya.

Asiantoro juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, Gubernur DKI Anies Baswedan menginginkan agar semakin banyak tempat terbuka yang bisa menjadi pusat aktivitas warga. "Pemda akan terus mencari ruang terbuka," ujarnya kepada VIVA, Kamis, 11 Oktober 2012.  

img_title Penembakan Terkait dengan Budi Gunawan? Kapolres Jaksel: Enggak Ada

Blok M Sorot

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ruang terbuka itu diminta Anies Baswedan untuk dimanfaatkan sebagai ruang ekspresi warga, untuk interaksi, berkesenian, juga olahraga. "Masyarakat Jakarta sudah stres. Membuat ruang-ruang kebahagiaan kita, menyenangkan, dan memberikan manfaat untuk masyarakat. Bagaimana membuat masyarakat bahagia ya itu di ruang-ruang interaktif, tempat ngumpul canda gurau, yang manula dan anak muda bisa berbagi pengalaman," ujarnya menambahkan.

Asiantoro juga belum bisa memastikan seperti apa penataannya kelak. Tapi faktor kekinian akan menjadi pertimbangan. Ia merujuk area Kali Jodo, di mana ada lokasi skate board di sana. "Jadi kita melihat, bagaimana hingga 10 tahun ke depan, sehingga yang kita buat itu bisa mengikuti zaman kekinian. Pemda adalah fasilitator, dan akan memberikan fasilitas agar warganya berbahagia," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut