- www.kaskus.co.id
Tapi kemeriahan Melawai kini meredup. Wilayah yang dulu gemerlap, nyaris tak pernah sepi dan hidup 24 jam itu seperti kehilangan ruhnya. Restoran Aha dan toko buku Gramedia masih ada. Tapi pengunjungnya bisa dihitung jari. Kawasan yang dulu biasa penuh, bahkan hingga berjejalan kini lengang. Pedagang kaki lima jauh berkurang, dan pengunjung di wilayah tersebut juga terasa minimnya.
Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengakui, Melawai sekarang lebih sepi, tapi bukan berarti mati. Menurutnya, saat ini publik punya banyak pilihan tempat untuk nongkrong. Beda dengan masa lalu, di mana Blok M dan Melawai seperti menjadi pusat keramaian.
"Jangan samakan dulu dan sekarang. Dulu itu enggak ada tempat lain kecuali Melawai, karena Blok M jadi terminal dan semua orang naik bus. Rata rata yang ngumpul di situ, yang paling enak ke situ. Dahulu itu enggak ada Kemang, Kemang itu dulu jangkaunya susah sekali, yang paling gampang digapai Melawai," ujarnya.
![]()
Melawai Plaza di Blok M
Menurutnya, sekarang sudah terlalu banyak tempat mirip Melawai di zaman dulu, sehingga generasi sekarang punya banyak pilihan tempat untuk nongkrong. "Dulu mungkin seluruh Jakarta tumplek di Melawai. Itu bukan punya Jakarta Selatan lho dulu, tapi juga punya Jakarta. Orang Indonesia bahkan. Dulu mungkin sampai sekarang, tamu dari Korea suka ke sana, sangat fanatik dengan Melawai. Nah, kalau sekarang kan pilihannya sangat banyak sekali," tuturnya.
Assisten Marcom Manager Plaza Blok M Hermawan Harun membantah Blok M dan Melawai sepi. Menurutnya tempat ini tidak sepi, dan masih tetap menjadi lokasi favorit muda mudi di Jakarta Selatan. Tapi Harun mengakui, proses pembangunan MRT berimbas pada menurunnya jumlah pengunjung.
"Letaknya masih menjadi magnet untuk berkunjung ke sini. Wilayah ini sudah ada selama 30 tahun. Masih ada Plaza Blok M yang bisa menjadi daya tarik," ujarnya.
Tapi ia mengakui, pembangunan jalur Mass Rapid Transit atau MRT berimbas pada pengunjung kawasan Blok M. Lalu lintas ke arah Blok M dan sekitarnya terganggu.