- Screenshot @awkarin
Masing-masing produsen mengamati dengan cermat, akun mana dengan pengikut banyak yang layak mempromosikan produk mereka. Menurut Nukman Luthfie, pesatnya promosi melalui akun media sosial berbarengan dengan terjadinya pergeseran kultural. Generasi milenial makin jarang membaca koran dan majalah, bahkan menonton televisi dan mendengar radio. Dengan kondisi seperti itu, maka ruang terbesar untuk mendekat ke anak-anak milenial adalah melalui media sosial, bukan media mainstream.Â
"Nah di media sosial itu, kebanyakan para milenial kan mem-follow para influencer itu kan, baik itu di FB, twitter, maupun di IG. Nah karena mem-follow itu lah dia menerima informasi dari para influencer itu. Makanya sekarang itu yang dipakai artis atau para influencer lainnya untuk meng-endorse produk-produk di media sosial. Kira-kira fungsi sosial media sekarang ini sudah seperti kanal televisi," ujar Nukman menjelaskan.Â
Televisi di Indonesia, ujar Nukman, baik televisi nasional maupun televisi daerah sudah banyak sekali. Setiap televisi punya segmen dan jam tayang berbeda-beda. Di sosial media juga seperti itu. Ada kanal yang berisi 'influencer gede-gede' dengan follower yang mencapai ratusan ribu, bahkan jutaan.Â
Sayangnya tak semua influencer mau terbuka, berapa mereka dibayar untuk satu kali endorse sebuah produk. Rachel Goddard, seorang beauty influencer yang memiliki 656ribu pengikut di Instagram menolak menyebutkan berapa tarif yang ia pasang untuk menjadi endorser sebuah produk. Tapi ia mengaku selektif. Sejak awal ia sudah membuat batasan sendiri. Ia menolak meng-endorse produk pemutih, peninggi, pelangsing, ingin cepat hamil, juga database, tambah follower.
"Produk itu big no, no banget buat saya." ujarnya kepada VIVA.
Rachel hanya mengatakan, apa yang ia dapat untuk meng-endorse produk sudah cukup untuk beli pampers, jajan sehari-hari, termasuk belanja untuk memenuhi isi kulkas. Tentu itu sebuah kiasan, yang jika ditangkap, hasil dari meng-endorse produk yang ia lakukan sudah mampu memenuhi kebutuhannya.Â
Tapi jika merujuk data dari sociobuzz, situs yang mempertemukan profesi dan para pengguna jasa, tarif endorse untuk media sosial influencer berbeda-beda. Untuk ukuran artis, nama Raffi Ahmad yang memiliki pengikut hingga 24,6 juta di Instagram, dikabarkan memiliki tarif endorse mencapai Rp30 juta. Sedangkan Luna Maya, dengan follower di Instagram yang mencapai 14 juta, dikabarkan memasang tarif berkisar Rp7,5 juta untuk sekali endorse.Â