- VIVA
Karena nilai tukar rupiah terus melemah, Hosea mengatakan, perusahaannya tidak mudah menjual mobil-mobil tersebut dengan nilai jual yang sama saat didatangkan dari Negeri Tirai Bambu.
Selain itu, peminat mobil China juga tidak banyak, dikarenakan adanya sentimen negatif terhadap kualitasnya. Alhasil, pasar mobil domestik terus dikuasai oleh merek-merek Jepang, seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Suzuki, Nissan, dan Mitsubishi.
Bertarung di Pasar Baru
Namun, Wuling datang dengan strategi berbeda. Harga kendaraan yang terus melambung, membuat terbentuknya pasar baru, yakni di harga Rp100-150 juta. Dan hingga saat ini, segmen tersebut baru diisi oleh kendaraan low cost and green car, yang kualitasnya dianggap paling rendah.
Wuling hadir dengan cukup percaya diri. Mereka hanya meluncurkan satu model saja, Confero S. Kendaraan beroda empat itu hadir dalam wujud mobil keluarga, dan telah dibekali dengan beberapa fitur yang jarang ditemukan di mobil LCGC.
![]()
Wuling Confero S
Beberapa fitur andalan Confero S yakni mesin empat silinder berkapasitas 1.500 cc, dan sistem pengereman cakram di keempat roda. Tersedia pula anti-lock braking system, electronic brakeforce distribution dan pemantau tekanan ban.
Kunci sukses Confero tidak hanya pada fitur dan harga, namun juga kualitas dan pelayanan yang diberikan. Wuling telah belajar, bagaimana reaksi konsumen Indonesia terhadap produk kendaraan yang minim dukungan purna jualnya.
“Hingga saat ini, sudah ada sekitar 80 diler yang juga siap memberi layanan servis dan purna jual. Targetnya hingga akhir 2018 yakni 87 diler,” ungkap Brand Manager Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani.
Mulai dijual resmi pada Juli 2017, Confero didistribusikan dari pabrik ke diler sebanyak 4.958 unit. Tidak jauh berbeda dengan pencapaian Suzuki APV dan Daihatsu Luxio. Cukup menjanjikan untuk pemain baru.
Sepanjang Januari hingga November 2018, mobil berkapasitas tujuh penumpang itu laku 9.506 unit, naik hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Sementara, Cortez yang masuk dalam segmen di atasnya dan hadir pada Desember 2017 hanya terjual 5.095 unit.
Selain Wuling, jenama otomotif asal China lainnya, DongFeng Sokon juga terjun ke bisnis mobil pribadi. Mengandalkan model DFSK Glory 580 yang resmi dipamerkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018, PT Sokonindo Automobile sukses melego 554 unit.