- U-Report
Duniaku Dunia Maya
Dengan internet yang mudah diakses 24/7, gen Z mengubah cara pemecahan masalah, mulai dari gaya berkomunikasi, belajar, mencari informasi, melamar kerja, hingga berbelanja. Ruang virtual bernama internet seolah tak ubahnya dunia nyata bagi gen Z karena mereka menemukan beragam jawaban dan kebutuhan hidup dari sana.
Untuk memahami lebih mendalam bagaimana kedekatan gen Z dengan internet, seorang pembicara khusus milenial dan gen Z, Ryan Jenkins, memaparkan sejumlah data tentang kebiasaan gen Z di Amerika Serikat.
Data ini dimuat di blog Ryan Jenkins - Next Generation Speaker. Dia memaparkan beberapa poin menarik dari generasi Z di Negeri Paman Sam itu.
1. 45 persen generasi Z di AS telah menggunakan paket layanan seluler antara usia 10 dan 12.
2. Aktivitas teratas generasi Z termasuk pengiriman pesan teks (81 persen), mengunduh aplikasi (59 persen), memainkan game yang sudah diinstal sebelumnya dan internet seluler/ mengakses situs web (53 persen) dan panggilan video langsung (46 persen).
3. 91 persen generasi Z menggunakan perangkat digital di tempat tidur di malam hari.
4. 40 persen generasi Z mengatakan Wi-Fi lebih penting daripada kamar mandi.
5. 32 persen generasi Z lebih suka pergi tiga hari tanpa mandi daripada pergi seminggu tanpa ponsel mereka.
6. Generasi Z di AS kemungkinan besar menerima perangkat game dan TV pada usia 4 hingga 7.
7. 66 persen generasi Z mencantumkan game sebagai hobi utama mereka.
8. 92 persen mahasiswa generasi Z memiliki akses ke Netflix dan 38 persen mengonsumsi video harian melalui Netflix.
![]()
Gen Z akrab dengan digital
Data ini masih belum termasuk perilaku mereka terhadap media sosial yang dipaparkan secara terpisah. VIVA merangkumnya berikut ini:
- Situs web/aplikasi teratas yang digunakan oleh generasi Z adalah YouTube (91 persen), Gmail (75 persen), Snapchat (66 persen), Instagram (65 persen), dan Facebook (61 persen).
- Generasi Z menggunakan hingga lima media sosial yang berbeda per hari.
- Tiga perempat generasi Z menonton video YouTube setidaknya setiap minggu.
- 42 persen generasi Z mengatakan media sosial memengaruhi harga diri, dibandingkan dengan 31 persen generasi Millenial, 23 persen Generasi X, dan 20 persen Baby Boomer.
- 82 persen generasi Z berpikir dengan hati-hati tentang apa yang mereka pasang di media sosial.
- 44 persen dari generasi Z memeriksa media sosial setidaknya setiap jam, dengan 7 persen memeriksa lebih sering daripada setiap lima belas menit.
- 1 dari 10 dari generasi Z lebih suka pergi tiga hari tanpa mengganti pakaian mereka daripada pergi tiga hari tanpa memperbarui feed Twitter mereka.