- U-Report
Generasi Z digambarkan, mereka tidak lagi tahu bagaimana mengelola reaksi dan tindakan dalam situasi kehidupan sesungguhnya di mana mereka berdiri di depan orang-orang yang berinteraksi dengan mereka.
Generasi Z tidak lagi tahu bagaimana merespons situasi bermasalah atau sulit, di mana mereka harus berbicara dengan orang secara langsung untuk menyelesaikan persoalan atau mencari solusi.
Belum lagi masalah kesehatan mental generasi Z yang kerap dikaitkan dengan tekanan hidup. Sebuah laporan yang dirilis oleh American Psychological Association menemukan, jumlah remaja yang melaporkan gejala-gejala depresi berat meningkat 52 persen antara tahun 2005 dan 2017, yakni dari 8,7 persen menjadi 13,2 persen - di kalangan remaja berusia antara 12 dan 17.
Peningkatan ini bahkan lebih tinggi - 63 persen dari 2009 hingga 2017 - di antara orang dewasa muda berusia antara 18 dan 25. Perlu diketahui rentang usia generasi Z di tahun 2019 ini adalah 9 hingga 24 tahun.
Sebagai pembanding, survei mencermati data dari 611.880 responden usia remaja dan dewasa. Para peneliti tidak menemukan peningkatan serupa pada orang dewasa yang berusia lebih dari 26 tahun - yang mana mereka tidak termasuk generasi Z.
Masalah mental yang dialami generasi Z tersebut banyak dikaitkan dengan kedekatan mereka dengan dunia digital, yaitu di mana ranah itu adalah tempat mereka ‘hidup’ secara virtual. Di internet, mereka mudah menemukan beragam informasi, namun konten-kontennya tak selalu bernilai positif.
Menurut Anthony (2015) dalam artikel berjudul Generation Z: Technology and Social Interest, di internet terdapat banyak situs yang menampilkan self-harm dan mengajarkan orang untuk membuat senjata. Situs-situs tersebut dapat diakses dengan mudah oleh siapa saja.
Hal itu bisa mendorong anak muda membentuk perilaku sesuai apa yang ia simak di internet. Tak heran, banyak anak muda yang melukai diri sendiri hingga melakukan percobaan bunuh diri.
Ditambah lagi, aksi perundungan siber (cyberbullying) yang marak terjadi. Dan internet, adalah rumah aman bagi oknum yang bersembunyi di balik anonim.
Generasi Z Sehat Sosial
Ada cara untuk menjaga kesehatan digital generasi Z atau pengguna dari kalangan demografi mana pun. Masih dari thriveglobal, kuncinya adalah diperlukan keseimbangan yang sehat antara aktivitas online dan offline. Baik aktivitas di dunia maya maupun nyata harus memberi pertumbuhan dan kepuasan dalam semua aspek kehidupan.