SOROT 557

Nada Miring Generasi Z

Generasi Z.
Sumber :
  • U-Report

Dari sejumlah data tersebut, setidaknya diperoleh gambaran begitu akrabnya kaum Z dengan internet yang merupakan salah satu aspek dalam teknologi digital.

img_title Serbu Merchant di Kota-kota Besar, BSN Genjot Volume Transaksi Mobile Banking

Nada Miring Generasi Z

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kelihaian mengandalkan teknologi sebagai bagian dari solusi pemecahan masalah hidup tentu merupakan nilai plus generasi Z. Namun jika bicara ranah dunia digital khususnya internet, bukan berarti tak ada sisi gelap yang mengancam keseimbangan hidup.

img_title Luhut Tegaskan Pemanfaatan AI Tak Boleh Hilangkan Nilai Etika dan Karakter

Di satu sisi, kalangan generasi Z dilabeli sebagai antisosial karena aktivitas online yang mereka jalani memperlihatkan gestur ‘melulu menatap layar gadget’. Tak peduli di mana pun.

Bayangkan saja jika berdasarkan data Ryan Jenkins, Anda menemukan gen Z yang tiap 15 menit memantau Instagram, ia tentu tampak seperti seseorang yang kecanduan screen time.

img_title Tak Lagi Sekadar Banner, Iklan Digital Mulai Gunakan AI dan Gamifikasi

Lantas, sejatinya benarkah gen Z antisosial?

Sebuah narasi dari kalangan awam memberi penjelasan bahwa mereka bukan antisosial, gen Z justru sangat sosial hanya saja memiliki cara yang berbeda, yaitu melalui gawai dan perangkat media sosialnya.

Bahkan, sebuah artikel di thriveglobal yang dimuat pada 23 Oktober 2018, mengemukakan generasi Z tak begitu mementingkan interaksi tatap muka, asalkan koneksi di dunia online sudah cukup memadai.

Generasi Z bisa dengan mudah bertemu teman baru secara online. Hanya saja zonasi dan jaringan mereka kadang terkoneksi dengan earphone, sehingga memblokir semua kebisingan di luar (dunia nyata), dan ini tak perlu keluar kamar. Inilah mengapa mereka dicap sebagai generasi antisosial.

Gerakan patungan THR oleh platform donasi online, Kitabisa.com

Aksi donasi online di Kitabisa.com

Semua teknologi digital yang tersedia saat ini semua membuatnya lebih mudah untuk terhubung online. Mereka akan menghabiskan sebagian besar waktu berselancar di internet dan memilih versi digital dari semua aspek kebutuhan.

Mereka menghadiri webinar, menonton video di YouTube, kursus online, dan bahkan menemukan pasangan hidup.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Itu adalah hal yang impersonal dan seringkali tidak memerlukan banyak investasi emosional. Jadi, jika sebagian orang men-judge generasi Z sebagai antisosial, sepertinya harus dikaji ulang.

Akan tetapi, yang tak dapat dikesampingkan adalah pandangan sejumlah pakar yang khawatir terhadap keterampilan sosial generasi Z di dunia nyata.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut