SOROT 565

Hilang Jabatan Gegara Listrik Padam

Menteri Ekonomi Pengetahuan Korsel Choi Joong-kyung mundur dari jabatannya setelah krisis pemadaman listrik di Korsel pada 15 September 2011.
Sumber :
  • The Korea Herald

Pada akhir Maret, Presiden Nicolas Maduro menuding listrik padam total akibat 'serangan' ulah kubu oposisi.

img_title Ahli Hukum: PLN Wajib Beri Kompensasi Akibat 'Blackout' Sumatera

Sebaliknya, kubu oposisi mengatakan terjadinya pemadaman listrik akibat minimnya investasi dan praktek korupsi selama dua dekade oleh pemerintahan sosialis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemimpin opisisi pun bereaksi atas tudingan tersebut. Guido mengkritik kenapa pemerintah malah mencari kambing hitam. 

img_title Listrik Bandara Ngurah Rai Padam, Pengelola Telusuri Penyebabnya

"Ketika masyarakat membutuhkan kepastian di tengah-tengah pemadaman listrik yang tidak menentu, bagaimana mereka bisa terus-menerus mengulangi alasan 'perang listrik' dan sabotase?" tulis Guido dalam cuitan di akun Twitternya. 

Menteri Informasi Jorge Rodríguez seperti diberitakan kantor berita Efe menegaskan, ada sabotase dari kubu anti pemerintah. Listrik padam bukan karena kurangnya pemelihranaan infrastruktur listrik. Malahan Rodriguez menjelaskan listrik padam total di Venezuela adalah karena 'serangan elektromagnetik' dari kubu anti pemerintah, walau tanpa menunjukkan bukti konkretnya.

img_title Peringati Hari Lingkungan Hidup, Besok Malam Jakarta Bakal Gelap Selama Satu Jam

Sampai sebulan tak bisa mengatasi maslaah listrik padam ini membuat Venezuela kehilangan kepercayaan dari Brasil. 

Sementara itu, Menteri Energi dan Pertambangan Brasil, Bento Albuquerque mengatakan bahwa sejak 7 Maret, Venezuela gagal memenuhi komitmennya untuk memasok listrik ke negara bagian Roraima di Brasil utara.

Dia mengatakan Brasil tengah membangun saluran transmisi untuk menghubungkan Roraima ke seluruh jaringan listrik di Brasil pada paruh kedua tahun ini dan diharapkan selesai pada 2021, sehingga tidak tergantung pada Venezuela.

Dia menambahkan, Brasil juga akan mencari jalan keluar melalui opsi energi terbarukan, seperti angin dan matahari, sebagai alternatif lain agar tidak mengandalkan pasokan daya listrik dari Venezuela.

Presiden Maduro putar otak. Pada 31 Maret 2019, Manutur laporan Voanews, Maduro mengumumkan rencana 30 hari pembagian jatah listrik. 

Maduro mengatakan penjatahan listrik ini akan membantu pemerintah menangani infrastruktur komunikasi dan air di Venezuela. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pidaro solusi penjahatan listrik ini disambut dengan sumpah serapah oleh warga Venezuela. Mereka sudah resah dengan pemadaman listrik berulang-ulang. Warga protes dengan membanding dan membenturkan pot, membakar sampah di jalanan dan meneriakkan makian kepada Presiden Maduro. 

Dalam paket efisiensi listrik itu, Maduro mengumumkan sekolah tetap ditutup dan hari kerja dipotong sampai pukul 2 siang, untuk menghemat daya listrik selama sebulan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut