- The Korea Herald
Lanjutan Krisis Politik
Negeri di Amerika Latin ini benar-benar merasakan 'bencana' pada awal Maret tahun ini. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, Venezuela merasakan ujian betul kondisi negeri. Krisis politik telah pecah sejak awal 2019 di Venezuela, yang mana melibatkan antara kubu pemerintah pimpinan Presiden Nicolas Maduro melawan kubu opisisi yang dikomandani Juan Guaido.Â
Saat krisis politik belum reda dan masih meninggi, situasi makin kacau saat listrik padam total pada 7 Maret 2019 sore waktu setempat.Â
Sampai dua pekan setelahnya, listrik masih byar pet. Laporan The Guardian menuliskan, dampak listrik padam nasional ini terjadi di 23 negara bagian termasuk negara bagian Roraima yang berbatasan dengan Brasil.Â
Listrik padam nasional ini merupakan yang terparah dalam sejarah Venezuela. Laporan Reuters menunjukkan, pada 12 Maret, listrik sebagaian negara bagian telah aktif kembali tapi ibu kota Caracas sebagian masih gelap gulita. Malahan wilayah Venezuela barat yang berbatasan dengan Kolombia masih gelap gulita.Â
Sampai akhir Maret, antara 14 sampai 16 negara bagian dari total 23 negara bagian venezuela masih tanpa pasokan listrik. Ironisnya saat kondisi pasokan listrik belum pulih sepenuhnya, pada 29 Maret terjadi lagi listrik padam total pada malam hari pula.Â
Kondisi listrik byat pet dalam sebulan membuat gelojak sosial. BBC melaporkan, aksi penjarahan dan frustasi mayoritas warga muncul. Rumah sakit, transportasi umum, air dan layanan umum lainnya terdampak langsung akibat pemadaman listrik tersebut.Â
Pekan pertama listrik padam nasional, petugas medis sudah gusar. Peralatan di ruang ICU harus dimatikan. Dokter menyebutkan, para pasien, terutama pasien anak-anak di ruang ICU 'kini berada di tangan Tuhan'.
Warga lainnya merasakan susah mempertahankan bahan makanan segar. Mereka, menurut laporan BBC, terpaksa menimbun air untuk memasak bahan makanan dengan segera sebelum membusuk.
Venezuela
Pada awal Maret, pemerintah menduga listrik padam nasional akibat serangan siber. Tapi mayoritas warga meyakini, biangnya adalah kekurangan pasokan listrik selama 10 tahun terakhir ini akibat rusaknya struktural di bendungan utama yang menjadi sumber pembangkit tenaga listrik.Â