SOROT 570

Audisi Penuh Eksploitasi?

Peserta Audisi PB Djarum
Sumber :
  • PB Djarum

Desakan penghentian Audisi Umum Bulutangkis itu pun mengejutkan sejumlah bintang jebolan PB Djarum. "Sangat disayangkan. Saya kan atlet binaan Djarum, saya merasakan juga sebagai orang kampung, untuk akses ke klub besar itu kan sulit tesnya tanpa audisi Djarum ini,” ungkap Tontowi Ahmad, peraih medali emas ganda campuran Olimpiade Rio 2016 bersama Liliyana Natsir.

img_title Rocky Gerung hingga Pakar Bongkar Persoalan Olahraga Indonesia

“Dengan ada audisi ini, anak-anak diuntungkan. Kalau sudah enggak ada audisi ini kan jadinya sulit juga. Kita (sebagai atlet) kalau mau ke klub besar, dari kampung itu ke mana? Aksesnya lewat mana?” ujar Owi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komentar lain pun muncul dari legenda bulutangkis Tanah Air, Rudy Hartono. “Menurut saya kalau dibilang eksploitasi rasanya terlalu ekstrem. Karena PB Djarum tidak memperkerjakan anak-anak itu, mereka hanya melatih bulutangkis ke anak-anak, dan itu hanya untuk anak-anak yang mau saja. Sifatnya tidak memaksa kok,” ujar pemilik 8 gelar All England Open tersebut.

img_title KPAI: 160 Anak yang Ditangkap Polisi karena Terlibat Demo 27 Agustus Sudah Dipulangkan Semua

“Mungkin KPAI ingin terdengar. Tapi, kalau saya lihat audisi PB Djarum jauh dari kata eksploitasi. Soalnya anak-anak itu butuh ada kegiatan, apalagi kalau nantinya dia berbakat, kemampuan dia akan bisa diasah untuk menuju ke ajang internasional. Dan, itu yang paling penting,” ujar Rudy Hartono.

Audisi Penuh Eksploitasi?

img_title KPAI Kecam Keterlibatan Anak dalam Aksi 27 Agustus di Jakarta

Kisruh soal eksploitasi anak dalam audisi PB Djarum dimulai dari laporan Yayasan Lentera Anak. Ketua Yayasan Lentera Anak Lisda Sundari mengakui, mereka adalah yang pertama kali melaporkan hal tersebut kepada KPAI. Keresahan Yayasan Lentera Anak sudah terjadi sejak tahun 2015, ketika melihat audisi di televisi dan koran ada iklan promosi Djarum tentang audisi badminton untuk anak-anak. Dalam iklan itu, foto dan gambar anak-anak yang ikut audisi memakai kaos bertulis brand Djarum yang sangat tampak.

"Nah sebagai aktivis perlindungan anak kami peka melihat hal-hal seperti itu. Karena apa? Pertama, Djarum adalah produk zat adiktif yang di dalam UU Kesehatan rokok disebut sebagai zat adiktif. Ketika kami melihat hal itu kami mempelajari itu. Dan ternyata di tahun 2016 hal serupa ada lagi seperti itu," tutur Lisda kepada VIVAnews, Jumat, 14 September 2019.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut