SOROT 570

Audisi Penuh Eksploitasi?

Peserta Audisi PB Djarum
Sumber :
  • PB Djarum

Ia mengakui, benar bahwa audisi tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2006, tapi menurutnya, dari tahun 2006 sampai 2014 audisi itu hanya dilakukan di kota Kudus. Jadi promosinya tidak terlalu banyak dan tidak terlalu gencar. Ia mengakui, Lentera Anak baru menyadari iklan promosi itu di tahun 2015.

img_title 8 Dancer Muda Indonesia Sabet Juara 3 pada Kejuaraan Dance Asia di Singapura

"Karena sejak tahun 2015 itu ternyata audisi itu dilakukan di 8 sampai 10 kota besar, dan iklan promosinya sudah mulai dilakukan gila-gilaan, di televisi, di koran, website, dan sebagainya. Sehingga kita aware di tahun 2015 itu ada audisi yang seperti itu," ujarnya menambahkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peserta Audisi PB DjarumPeserta audisi PB Djarum

img_title Polisi Sebut Ada 5 Orang yang Bawa Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Diduga Atas Perintah Sang Ibu

Tahun 2016 Yayasan Lentera Anak kembali melihat promosi Djarum yang sedemikian rupa dalam audisi badminton. Lisda menjelaskan, saat itu ia baru sadar bahwa audisi itu ternyata dilakukan setiap tahun. Merasa ada yang salah dengan audisi tersebut, mereka lalu mengkaji PP 109 Tahun 2012. Dari PP itu, Lisda dan rekan-rekannya menemukan ada tiga pasal yang menurut mereka dilanggar atau tidak dipatuhi oleh PB Djarum dalam proses audisi ini.

"Pertama, bahwa segala sesuatu yang disponsori oleh produk tembakau itu tidak boleh melibatkan anak. Nah, audisi PB Djarum ini melibatkan anak-anak kan, dari usia 6 sampai 15 tahun peserta nya. Kedua, tidak boleh menggunakan brand image dan logo produk tembakau. Ketiga, tidak boleh dipublikasikan. Nah, kita kan melihat iklan itu di televisi, di koran, website official, itu dipublikasikan dengan sangat masif," ujar Lisda menjelaskan.

img_title Polisi Hubungi Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Pengakuannya Jadi Kunci Ada atau Tidak Penculikan

Awalnya Yayasan Lentera Anak melaporkan hal ini ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena iklan tersebut dilakukan di bawah jam 21.30 WIB, dan iklan itu menampilkan anak-anak dengan menggunakan kaos yang bertuliskan brand Djarum dengan tulisan berukuran besar. Sayangnya, KPI hanya berjanji mempelajari hal tersebut dan tak ada lagi tindak lanjut dari laporan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tahun 2018, ketika Djarum kembali melakukan audisi, Yayasan Lentera Anak memantau dengan lebih serius. Karena masih mendapati hal yang sama, mereka memutuskan melaporkan hal tersebut ke KPAI dan mendatangi langsung ke kota-kota yang menyelenggarakan audisi. 

"Kami tidak mau juga hanya mendapatkan info terbatas dari website, media televisi, koran saja kan.. oleh karena itu kami datangi ke beberapa tempat yang dilaksanakan audisi PB Djarum tersebut. Itu semua kami lakukan setelah dua tahun sebelumnya kami lakukan pembelajaran terkait dengan audisi yang dilakukan oleh Djarum ini," ujar Lisda menegaskan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut