SOROT 575

Demokrasi Zonder Oposisi

Prabowo saat bertemu Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. Prabowo diprediksi menjadi Menteri Pertahanan.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Dahnil menampik, kedatangan Prabowo menyambangi Surya Paloh, Muhaimin Iskandar, dan Airlangga Hartarto, karena atas permintaan Presiden Joko Widodo. Sebab, Partai Gerindra belakangan disebut mendapat jatah menteri. "Tidak, itu memang sudah direncanakan Pak Prabowo setelah bertemu," kata Dahnil, Selasa 15 Oktober 2019.

img_title Prabowo Ungkap Perusahaan Asing Diduga Terlibat Karhutla

Koalisi Jokowi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Partai NasDem menanggapi dingin kabar akan bergabungnya Gerindra dalam koalisi pendukung Jokowi. Dewan Pakar DPP Partai NasDem, Taufiqul Hadi mengatakan, jika ingin bergabung Gerindra harus mendukung kebijakan Jokowi.

img_title Presiden Prabowo Disebut Lantang Suarakan Kemerdekaan Palestina

Salah satunya menyingkirkan ideologi transnasional. “Kedua mereka mendukung upaya Pak Jokowi yang telah merencanakan pengembangan infrastruktur dan ibu kota baru,” ujarnya kepada VIVANews, Kamis, 17 Oktober 2019.

Selain itu, Gerindra juga tidak boleh mengajukan persyaratan-persyaratan baru yang mengganggu. Pasalnya, Jokowi telah memiliki program jangka pendek, menengah dan jangka panjang. “Jadi tak boleh disisipkan program-program lain,” ujarnya menambahkan.

img_title Bestari Tepis Omongan Bro Ron soal Kader Ingin Jokowi Jadi Ketum PSI: Bukan

Mantan anggota Komisi III DPR RI ini mengatakan, masuknya Gerindra tak akan menganggu koalisi. Namun, bisa membuat koalisi gemuk dan akan membuat kabinet berjalan lamban.

Sementara menurut Dita Indah Sari, pemerintahan sebenarnya membutuhkan oposisi sebagai penyeimbang. Karena pemerintah harus tetap diingatkan.

“Pemerintah tak selalu benar dan oposisi tak selalu salah. Kalau dari segi kebutuhan kita butuh penyeimbang supaya tak terlalu jomplang,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB ini kepada VIVAnews, Kamis 17 Oktober 2019.

Prabowo Bertemu Ketum PKB Muhaimin IskandarPrabowo bertemu Muhaimin Iskandar

Namun ia memahami, saat ini Jokowi lebih kohesif. Menurutnya, hal itu dilakukan mungkin agar target ekonomi tercapai. Meski demikian ia berharap, masuknya Gerindra tak menggeser atau mengubah jatah partai koalisi yang sejak awal mendukung Jokowi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita berharap slot partai baru jangan sampai geser slot partai yang sudah berjuang selama ini. Solusinya kalau Jokowi ga keberatan maka slot parpol dalam kabinet harus diperbesar dibanding nonparpol. Itu konsekuensinya.”

Pendapat berbeda disampaikan Partai Persatuan Pembangunan. Wakil Ketua Umum PPP Reni Marlinawati mengatakan, bagi PPP ada pendatang baru atau tidak selama tidak menganggu harmoni, welcome saja. Menurut dia, hal itu malah bagus karena bisa mempercepat proses pengambilan keputusan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut