SOROT 575

Demokrasi Zonder Oposisi

Prabowo saat bertemu Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. Prabowo diprediksi menjadi Menteri Pertahanan.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Pertemuan Jokowi-Prabowo Usai Pilpres 2019Prabowo bertemu Jokowi di MRT

img_title Prabowo Ungkap Perusahaan Asing Diduga Terlibat Karhutla

Dita juga menyampaikan hal yang sama. Mantan aktivis ini mengatakan, minimnya oposisi akan berdampak bagi demokrasi. Menurut dia, hal itu tidak sehat bagi demokrasi. “Nggak sehat dan nggak dinamis,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menuturkan, tawaran gagasan dan pemikiran akan minim. Selain itu, narasinya akan tunggal karena kurang kuat disuarakan sisi berbeda. “Tidak buruk. Demokrasi kita sudah ada bentuknya tapi tak sehat dan tak dinamis.”

img_title Presiden Prabowo Disebut Lantang Suarakan Kemerdekaan Palestina

Masinton tak sependapat dengan koleganya di koalisi tersebut. Menurut dia, pengawasan adalah ranah legislatif. Menurut dia, meskipun secara kepartaian ada di koalisi pemerintah, mereka tetap bisa melakukan fungsi pengawasan di DPR RI.

“Jadi dalam hal ini, ya DPR tetap melakukan fungsi- fungsinya pengawasan terhadap mitra kerja di pemerintah. Kalau umpama kurang belum tepat, belum pas program pemerintah atau presiden ya kita DPR tidak segan - segan untuk mengingatkan instansi yang terkait,” ujarnya.

img_title Bestari Tepis Omongan Bro Ron soal Kader Ingin Jokowi Jadi Ketum PSI: Bukan

“Jadi demokrasi tidak tumbuh baik dan sehat kalau tidak ada kritik. Pemerintahan akan bekerja efektif kalau mau diawasi dan terbuka untuk diawasin. Pengawasan itu bisa dilakukan oleh DPR maupun di luar parlemen.”

Menurut Hendrik Sirait, bagaimanapun kekuasaan perlu dikontrol. Ibarat bermain sepakbola, lebih enak menyerang ketimbang bertahan. Dan biasanya yang menyerang ini akan disukai publik.

“Mungkin lima tahun ke depan, kalau memang benar PKS hanya sendiri yang menjadi oposisi, perkiraan saya dalam lima tahun ke depan kekuatan dia akan semakin membesar,” ujarnya.

Ilustrasi sidang Paripurna DPR.Sidang paripurna DPR

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sama seperti Dita, ia juga menilai ketiadaan oposisi akan membuat demokrasi tidak sehat. Karena dalam sistem demokrasi diperlukan check and balance atau penyeimbang pemerintah. “Kalau yang oposisi hanya PKS atau satu dua partai saja, saya khawatir check and balance itu tidak terjadi dengan baik dan itu agak mengganggu proses demokrasi.”

Pendapat Hendrik diamini Arum Basuki. Ia mengatakan, partai manapun yang berani memilih beroposisi, dia berpeluang memupuk bekal elektoral pada Pilpres atau Pileg selanjutnya,” ujar Direktur Riset Indopolling Network ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut