- VIVAnews/Arrijal Rachman
Berbagai masalah memang mendera Garuda Indonesia. Tapi bukan berarti maskapai lain aman dari masalah. Lion Air, 'singa besi' ini juga kerap menjadi hujatan publik. Isunya, mulai dari keterlambatan jadwal, gangguan penerbangan hingga narkoba.
Kasus Awak Kabin, dari Narkoba hingga PelecehanÂ
Kasus Garuda menambah daftar panjang berbagai kasus yang terjadi di industri penerbangan dalam negeri. Soal pramugari yang kini juga menjadi ramai dibenarkan oleh YP, seorang pramugari Garuda yang sudah bekerja selama tujuh tahun sebagai awak kabin Garuda Indonesia.
Kepada VIVAnews, YP mengatakan, isu adanya pramugari yang dipaksa untuk melayani urusan syahwat petinggi sudah lama terembus. "Direksi sering kali tiba-tiba datang ke ruang training pramugari, atau ke crew centre, yang jadi tempat berkumpul pramugari sebelum terbang. Ujung-ujungnya minta nomor telepon, dan besoknya sudah chatting," ujar YP kepada VIVAnews, Kamis, 12 Desember 2019.
Para pramugari isau bertemu Menteri BUMN, Erick Thohir
Ia menambahkan, tugas direksi sebenarnya sangat banyak, tapi ternyata direksi kerap datang ke crew centre atau ruang pelatihan membuat ia dan rekan yang lain merasa aneh. YP mengaku tak pernah mengalami kasus tersebut, tapi pembicaraan dari mulut ke mulut di kalangan awak kabin terus meruak.
Tak hanya Garuda, karut marut industri penerbangan juga terjadi di maskapai lain. Senin, 18 November 2019, publik dikejutkan dengan berita seorang kopilot Wings Air yang gantung diri di kamar indekosnya di Jakarta Barat.
Tak jauh dari jasad kopilot tersebut, konon ditemukan secarik kertas yang berisi tentang pemecatan dari direktur Operasi Wings Air dan denda penalti sebesar Rp7 miliar. Kedua hal itu yang diduga menjadi penyebab dia gantung diri.
Belakangan, Managing Director Lion Air Group, Daniel Putut Kuncoro Adi, dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI mengatakan, ada perjanjian kontrak antara Wings Air dan kopilot, Nicolaus Anjar Aji Suryo Putro, yang wanprestasi. Nicolaus terikat perjanjian kontrak kerja selama 18 tahun dengan Wings Air.
Menurut Daniel, dalam perjanjian kerja antara manajemen perusahaan dan karyawan disepakati nilai kontrak karyawan sebesar US$500 ribu termasuk dihitung untuk jaminan training dan goodwill atau iktikad baik. Soal denda juga sudah disepakati dalam perjanjian tersebut.