Pengamat Ekonomi Digital: Agar Tak Rontok, Mulai Efisiensi
- VIVA/Istimewa
Ekonomi digital secara umum mulai bergerak, perannya makin besar, walau memang sebagian besar kita masih menjadi pasar. Hal itu karena produk yang dijual di e-commerce misalnya masih 90 persen produk luar alias impor. E-commerce Indonesia harus didorong menjadi penggerak ekonomi kerakyatan.
Bukalapak kabarnya PHK banyak karyawannya sebagai buntut kondisi perusahaan yang merugi. Apa benar. Tanggapan Anda?
PHK karyawan akan banyak terjadi di bisnis start up kita. Hal itu karena tujuan efisiensi dan perubahan strategi perusahaan serta kebutuhan saat ini dan ke depan. Hanya memang, perlu diubah mindset kita bahwa kalau kerja di start up yang jadi unicorn atau decacorn akan aman, semua bisa terjadi. Bahkan, bisa terjadi di perusahaan sekelas Gojek nantinya. Walaupun harusnya tidak terjadi karena aset dan pekerja sebagian besar adalah mitra dan milik mitra.
Banyak yang mengatakan bisnis start up itu membakar uang. Apa benar. Tanggapan Anda?
Bakar uang terjadi karena pertama mereka harus mematikan layanan konvensional. Ojek pangkalan dimatikan dengan tarif ojek aplikasi yang murah, yang sebenarnya subsidi. Belum lagi marketing yang menghabiskan Rp100-150 ribu untuk mendapatkan satu pengguna baru. Bayangkan kalau sejuta atau lima juta pengguna saja sudah berapa. Pendapatan yang belum maksimal juga masih harus berhadapan dengan bagaimana menjaga loyalitas pengguna, yang dilakukan dengan promosi dan subsidi. Bakar uang memang tidak terelakkan.
Bisnis start up juga disebut dengan bubble economy. Apa benar. Bisa dijelaskan?
Meski tidak diakui, bisnis startup yang bahkan sudah jadi unicorn atau decacorn, rentan dan tidak bisa disebut sebagai bubble. Bisa membesar cepat, namun bisa saja kemudian mengempis atau hancur secara cepat.
Kenapa?
Hal itu terjadi karena, pertama, banyak yang tidak memiliki aset. Seperti Gojek, aset motor milik mitra, aset warung juga milik mitra. Begitu juga penyedia e-commerce, seperti Bukalapak, Tokopedia, barang yang dijual bukan milik mereka tapi merchant atau penjual. Sehingga, bisnis mereka akan tergantung mitra. Jika mitra kabur, tidak lagi kerja sama, ya asetnya hilang. Belum lagi namanya pengguna layanan.