Memburu @TrioMacan2000

Syahganda Nainggolan
Syahganda Nainggolan
Sumber :
  • Antara/ Ismar Patrizki

VIVAnews – Sejumlah laki-laki tegap berpakaian safari serba hitam mendadak kalang-kabut. Gerbang rumah di Jalan Widya Chandra III No. 12A Jakarta Selatan itu lalu dibuka lebar-lebar.

“Bapak mau datang,” kata salah satu dari mereka.

Sontak, puluhan fotografer dan kamerawan televisi langsung berdiri berjajar di luar gerbang. Orang yang mereka tunggu-tunggu dari pagi akan segera tiba.

Pukul 15.30, sebuah sedan Lexus hitam berpelat B 1254 RFS memasuki halaman rumah dinas Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah itu. Di dalamnya tampak sang menteri sekaligus Ketua Umum Harian DPP Partai Demokrat, Syarifuddin Hasan.

Sepuluh menit setelah itu, para jurnalis dipersilakan masuk. Di ruang tamu, Syarif duduk berdua dengan istrinya yang muda dan cantik, Inggrid Kansil.

“Sebenarnya saya tidak merasa perlu melakukan press conference ini,” kata Syarif mengawali pertemuan pada 16 Mei 2013 itu. Namun, pria Bugis ini mengaku tak tahan dan memutuskan angkat bicara karena persoalan sudah menyangkut martabat keluarganya. Siri.

Kuda-kudaan

Adalah serangkaian tweet dari akun pseudonym @TrioMacan2000 yang membuat mukanya merah padam. Syarif merasa kicauan yang disebar di jagat maya dua hari sebelumnya itu ditujukan pada dia, istri dan keluarganya.

Di hari itu, @TrioMacan2000 gencar men-tweet seorang menteri tak sengaja memergoki istrinya yang muda dan cantik sedang “main kuda-kudaan” dengan anaknya sendiri. Astagfirullah!

Nama si menteri tak disebut. Namun berbagai tweet berikutnya menyebutkan si istri pernah kuliah di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) di Jakarta Selatan dan berasal dari Cianjur, Jawa Barat. Tak pelak, telunjuk mengarah pada Inggrid Kansil, istri muda Syarif itu.

Syarif, dengan raut muka marah, menyatakan tweet itu fitnah. “Fitnah lebih kejam dari pembunuhan,” katanya, berulang kali, sembari menekankan bahwa motifnya politis.

Dia juga menyatakan kicauan @TrioMacan200 adalah kejahatan serius. Dia bertekad memburunya.

Untuk ini, Syarif berkonsultasi dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring. Namun, dia tak puas dengan saran Tifatul.

"Perjalanannya panjang. Ada hubungannya sama Amerika dan segala macam. Butuh 2-3 tahun," kata Syarif, kebingungan. “Tapi kalau saya mau lawan, harus ke mana? Akunnya saja nggak jelas. Saya mau laporkan ke polisi, tapi siapa yang harus saya laporkan?”

Tak sampai setengah jam, jumpa pers itu selesai tanpa ada kejelasan, apa tindakan Syarif selanjutnya. 

Saat para pencari berita hendak beranjak pergi, tiba-tiba datang Menteri Negara Perumahan Rakyat Djan Faridz. Djan, yang juga sempat diserang @TrioMacan2000, terlibat pembicaraan serius dengan Syarif.

Beberapa menit setelah itu, Syarif muncul dengan berlembar-lembar kertas print out. “Saya mau lapor ke Polda Metro Jaya, sekarang,” ujar Syarif mantap.

Pukul 17.00, ditemani sejumlah stafnya dan Djan Faridz, Syarif tiba di Markas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya. Dia lalu bertemu dan berdiskusi dengan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Pol. Putut Eko Bayuseno.

Diantar Kapolda, Syarif secara resmi melaporkan @TrioMacan2000. Ada tiga pasal yang jadi landasannya: Pasal 310 dan 311 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dan Pasal 27 Undang-undang Informatika dan Transaksi Elektronik. Esensinya soal penghinaan atau pencemaran nama baik yang menyerang kehormatan, nama baik, atau martabat seseorang.

Keesokan harinya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto langsung merilis pernyataan bahwa penyidik sudah mengantongi nama pemilik akun kontroversial itu. "Tidak ada kesulitan untuk menelusuri siapa pemilik akun tersebut karena pada kasus-kasus sebelumnya sudah diketahui siapa yang mengelola. Orang-orang itu akan kami telusuri satu-satu.”

Dari Jamwas sampai Staf Menteri

Seperti diakui Rikwanto, sebenarnya bukan cuma Syarif yang melaporkan @TrioMacan2000 ke polisi. Sedikitnya, ada empat orang lain yang juga sudah mengadukannya.

Pada Juni 2012 lalu, Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan Marwan Effendy melaporkan pengacara M. Fajriska alias Boy ke Badan Reserse Kriminal Polri atas sejumlah tweet yang dia anggap telah mencemarkan nama baiknya. Kicauan itu menuding Marwan telah menggelapkan sejumlah uang bernilai ratusan miliar rupiah.

Dalam laporannya, Marwan menyatakan berbagai kicauan @Fajriska itu di-retweet oleh @TrioMacan2000.

Semula, Marwan sempat mengira Fajriska juga berada di balik @TrioMacan2000. Namun, belakangan dia berubah pikiran.

“Saya yakin kalau polisi betul-betul serius, pasti bisa menemukannya. Apalagi alat yang dimiliki polisi kan canggih untuk melacak. Nama @TrioMacan2000 sudah digunakan terus-menerus, masa tak terlacak orang ini siapa?” kata Marwan, kesal, saat ditemui wartawan VIVAnews, Kamis 23 Mei 2013, di kantornya.

Laporan Marwan sendiri sudah bergulir di pengadilan. Pekan lalu, persidangan Marwan versus Fajriska dan @TrioMacan2000 sudah sampai di tahap mendengarkan keterangan ahli.

Usai sidang, Fajriska balik menyatakan justru dia yang terzalimi. Pasalnya, dia merasa tidak pernah melakukan perbuatan yang didakwakan kepadanya. Dia juga menegaskan tidak terlibat dalam pengelolaan akun @TrioMacan2000 maupun @Fajriska.

Namun, ini yang menarik, Fajriska mengaku mengetahui siapa pengelola @TrioMacan2000. "Saya sering dimintai nasihat oleh mereka. Terakhir saya marah karena mereka sudah menuliskan kasus moral Syarif Hasan. Saya tidak setuju itu," dia menegaskan. (Baca: Fitnah ke Meja Hijau)

Korban @TrioMacan2000 berikutnya adalah Umar Syadat Hasibuan, Staf Khusus Menteri Dalam Negeri. Perkara ini terjadi pada Juni 2012.

Umar yang saat itu aktif di Twitterland dengan akun @UmarSyadat merasa difitnah secara amat kelewatan oleh @TrioMacan2000. Umar antara lain dituduh @TrioMacan2000 menerima suap Rp500 juta dari Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Lukman Edy. Dan yang bikin dia marah besar adalah saat pesantren yang didirikan ayahnya sejak tahun 1990 disebut @TrioMacan2000 dibangun dari uang haram hasil korupsi.

“Itu semua bohong dan fitnah,” kata Umar, geram. (Baca wawancara lengkap Umar Syadat: “Saya Tahu Persis Siapa Admin @Triomacan2000”)

Pada awalnya, Umar meyakini adalah temannya sendiri, Abdul Rasyid, yang berada di balik @TrioMacan2000. Soalnya, tuduhan-tuduhan terhadapnya itu persis pernah disampaikan Rasyid kepada Umar, sambil berseloroh.

Umar sontak mencecar Abdul Rasyid yang kini menjadi Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa itu.

“Demi Allah, demi Rasulullah, itu Raden Nuh,” kata Umar menirukan pernyataan Abdul Rasyid mengenai siapa sebetulnya yang bersembunyi di balik akun anonim itu.

Umar sendiri mengenal Raden Nuh. Dia aktivis asal Medan yang selama ini dia panggil “Abang”.

Tak terima, maka pada 30 Juni 2012 Umar mendatangi sebuah rumah sakit di Jakarta Pusat. Dia datang ke situ karena mengetahui ibu Raden Nuh tengah dirawat di sana.  

“Tidak disangka, saat saya masuk ke Rumah Makan Steak and Ribs yang ada di depan rumah sakit, ternyata Raden Nuh ada di situ. Langsung dia menegur saya, "Mau apa kau? Mau cari @TrioMacan2000? Ya, saya @TrioMacan2000. kami semua @TrioMacan2000," kata Umar menirukan pernyataan Raden Nuh.

Saat itu, Raden Nuh ditemani dua temannya, Benny Kusbandoro dan Kusharjono.

Mereka pun cekcok. Umar mempertanyakan apa motif mereka menjelek-jelekkan dia dan ayahnya. Umar pun memotret mereka, meski diprotes.

Raden Nuh dan dua temannya marah. Kerah baju Umar ditarik. Adik Umar datang membela. Terjadilah perkelahian.

Besoknya, Umar melapor ke polisi. Namun, sampai sekarang laporan itu tak pernah jelas tindak lanjutnya.

Yang menarik, tak lama setelah perkelahian itu, @TrioMacan2000 merilis serangkaian tweet. Isinya: pengakuan terjadinya perkelahian dengan Umar Syadat itu. Tweet ini seperti mengkonfirmasi bahwa Raden Nuh setidaknya adalah salah satu administrator akun itu.

“Umar Syadat juga katakan via Twitter dia mau selesaikan ‘urusannya’ dengan kami secara jantan. Dia twitkan juga dia dkk sedang menuju RS,” demikian di-tweet @TrioMacan2000.

Dan bukan cuma itu laporan yang pernah masuk ke polisi.

Pada 24 September 2012, adalah Abdul Rasyid sendiri yang melaporkan situs triomacan2000.net gara-gara menulis dia adalah salah satu admin @TrioMacan2000 bersama Raden Nuh dan Syahganda Nainggolan, seorang aktivis yang lain.

"Saya melaporkan situs triomacan2000.net sehubungan tulisan atau pemuatan kabar bohong dan pencemaran nama baik," ujar Rasyid di Polda Metro Jaya, ketika itu.

Abdul Rasyid menjelaskan selain itu dia juga dituding menikmati korupsi dari hasil proyek koperasi dan pernah dipecat sebagai Direktur Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran.

Perlu dicatat, umur laporan Rasyid cuma bertahan dua hari. Polisi menghentikan penyelidikan karena Rasyid lalu malah mencabut laporannya. "Karena ini kasusnya delik aduan, maka ketika laporan dicabut kasusnya langsung dihentikan," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol. Sufyan Syarif.

Saat ditemui VIVAnews di kantornya, Abdul Rasyid sendiri terkesan malas memberikan penjelasan. Dia bolak-balik mengatakan “tak tahu-menahu”. Dia hanya mengatakan bukan dia pengelolanya. “Masa aku melaporkan diriku sendiri.”

Sama seperti Abdul Rasyid, Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, juga membantah berada di balik @TrioMacan2000. “Aku tidak pernah buka Twitter. Jadi, aku sama sekali nggak ngerti. Karena hidup aku di dunia nyata bukan di dunia maya.”

Namun, mantan aktivis Institut Teknologi Bandung itu mengaku mengenal Abdul Rasyid dan Raden Nuh. “Tapi kalau dengan Raden Nuh tidak kenal seperti dengan Rasyid,” katanya.

Syahganda mengaku hanya pernah sekali dua bertemu Raden Nuh, saat Raden menawarkan asuransi. “Dia pedagang asuransi. Itu lama sekali, tahun 2003 atau tahun berapa. Aku tidak ingat lagi. Wajahnya pun aku sudah lupa-lupa ingat,” katanya.

Syahganda juga mengatakan tidak mengetahui apakah Raden sang pengelola @TrioMacan2000. “Aku tidak tahu. Kamu taruh Alquran di kepalaku, aku tetap tidak tahu siapa pemilik akun @TrioMacan2000 itu,” kata dia kepada VIVAnews, Rabu lalu. Dia justru heran kenapa polisi tidak kunjung bisa membongkar identitas pemilik akun itu.

Urusan duit

Sama seperti tudingan-tudingan @TrioMacan2000, oleh mereka yang tak suka akun ini sendiri pun kerap dikaitkan dengan urusan duit.

Isu di seputar ini antara lain mencuat saat putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah Jakarta lalu. @TrioMacan2000 yang awalnya sempat agresif men-tweet dengan tagar #SayNotoFoke, belakangan beralih mendukung Fauzi Bowo dan menyerang pasangan Joko Widodo dan Basuki “Ahok” Purnama.

Seorang tokoh kunci di tim Jokowi-Ahok mengatakan sebelum @TrioMacan2000 melancarkan serangan, ada yang datang mengatasnamakan akun itu menemui Ahok dan meminta dana Rp1 miliar. Tak jelas, apakah orang itu memang benar dari tim @TrioMacan2000 atau cuma mencatut nama.

Yang jelas, tawaran itu ditolak Ahok mentah-mentah.