SOROT 288

Cerita Kelam Kartini Kita

rumah majikan Dede Haryati, pelaku pembunuh bayinya sendiri
Sumber :
  • VIVAnews/Fajar GM

img_title Ahok: Kita Harus Jadi Pejabat untuk Wujudkan Keadilan Sosial

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sial, jejak pembunuhan itu pertama kali tercium oleh majikan Dede yang tiba pada siang harinya. Silveina curiga melihat ceceran darah di kamarnya. Vivi, panggilan Silveina, meminta penjelasan Dede soal darah segar itu. Dede berkilah itu darah menstruasi.
img_title Tiket Konser Syahrini Rp35 Juta Sold Out, Diborong Keluarga Reino Barack?


img_title Pemerintah Pacu Hilirisasi Berbasis Teknologi Demi Perluas Peluang Investasi
Vivi tidak percaya begitu saja. Dia membawa Dede ke Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, Cilandak. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, terungkap Dede baru saja melakukan persalinan. "Kepada dokter yang memeriksanya, Dede juga mengaku ia memang telah melahirkan," kata Ajun Komisaris Besar Anom Setiadji.

Vivi mendesak Dede berterus terang di mana dia menyimpan bayinya. Pada majikan wanitanya itu, Dede berkata bahwa ia membuang bayinya di kloset. Ditemani salah satu keponakannya, Vivi menyaksikan bayi itu terbujur kaku di tempat buang air besar. Tubuhnya terbungkus kain seprai berwarna merah. Badannya membiru, dan di lehernya ada bekas tiga lilitan tali pusar.

Sungguh ironis apa yang terjadi pada Dede. Ibu, manusia pilihan Tuhan untuk melahirkan kehidupan, justru membinasakan darah dagingnya sendiri. Barangkali ini salah satu cerita kelam dari Kartini kita.

Peristiwa mengiris hati itu tidak hanya di Jakarta. Di Bandung, Jawa Barat, pada pertengahan Maret lalu, Dedeh Uum Fatimah tega membunuh anaknya yang baru 2,5 tahun dengan cara menenggelamkannya ke penampungan air. Bocah wanita itu dibiarkan mati lemas di bak tertutup selama satu jam.

Masalahnya kejadian itu juga tak sedikit. Dalam satu tahun belakangan ini setidaknya sudah ada sembilan kasus ibu membunuh anak kandungnya terjadi di Indonesia. (lihat ).

Dari kisah itu, ada juga anak yang beruntung karena selamat dari maut sebagai buntut kemelut cinta ibu kandung (baca bagian 3: ).

Alasan ekonomi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Mengapa seorang Ibu bisa begitu kejam? Terpaksa, itu alasan Dede membunuh bayinya. Keadaan yang mendorongnya berbuat nekat. Wanita berkulit hitam legam itu terikat perjanjian tidak hamil selama bekerja di rumah majikannya. Apalagi dia dan suami telah meminjam uang Rp10 juta di muka untuk membangun rumah di kampung. Kontrak kadung ditandatangani. "Dia belum siap punya anak, di samping itu dia sudah berjanji dengan majikannya untuk tidak hamil," kata Anom kepada
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut