SOROT 307

Subsidi BBM, Indonesia Tidak Sendiri

bbm belanda sorot
Sumber :
  • Reuters/Koen van Weel

Selain itu, Iran juga memaksimalkan penggunaan gas, sehingga subsidi BBM bisa berkurang. Negara ini juga mendapatkan keuntungan karena bisa menjual cadangan minyaknya ke negara lain.

img_title Terungkap Alasan Zidan Suka Pulang Malam! Jadi Penyebab Cekcok dengan Raisya Bawazier

Pemerintah Iran melakukan reformasi energi. Tetapi, sebelum hal itu dilakukan, pemerintah sudah mulai menggenjot pemakaian gas yang harganya jauh lebih murah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat harga BBM dinaikkan, pemerintah sudah siap dengan rencana yang matang, sehingga harga kebutuhan pokok tetap aman dan terjaga. Waktu yang tepat saat panen raya juga bisa menekan lonjakan inflasi.

img_title Banyak yang Bisa Naik Motor, tapi Belum Tentu Bisa Baca Bahaya

Uni Emirat Arab (UAE) juga memiliki masalah dengan subsidi BBM. Padahal, menurut data ulasan statistik dari British Petroleum pada 2013, negara ini memiliki 97,8 miliar barel cadangan minyak, dan 215,1 triliun kaki kubik cadangan gas. Kedua cadangan energi itu jika dikonversi dengan harga pada saat ini US$13,8 triliun.

Tak hanya itu, UAE saat ini mampu memproduksi rata-rata 2,8 juta barel minyak mentah per hari, atau tertinggi kedelapan di dunia. Negara ini mencari solusi dengan mengembangkan pembangkit tenaga nuklir pertamanya dengan bantuan Korea Selatan.

img_title Fresh Graduate Wajib Punya, Ini 7 Bekal Sebelum Masuk Dunia Kerja

Hal yang sama juga terjadi di Mesir, harga BBM bersubsidi di dalam negeri lebih rendah, tetapi industri minyak di negara itu telah menurun, sehingga subsidi menjadi beban besar bagi negara.

Mesir lalu menaikkan tarif listrik dan BBM. Dikutip dari BBC, harga BBM di Mesir melonjak hingga 78 persen, sedangkan tarif listrik diperkirakan mencapai dua kali lipat selama lima tahun. Hal itu, dilakukan untuk mengurangi subsidi dan mengurangi defisit anggaran.

Pemerintah Mesir berupaya untuk mengurangi biaya produksi pembangkit tenaga listrik hingga setengahnya dengan menjualnya.

Lain halnya dengan Venezuela. Menurut IEA, negara ini memberikan subsidi BBM sebesar US$20 miliar. Beban subsidi itu menjadi salah satu faktor yang menghambat pertumbuhan ekonomi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Negara ini, kemudian menggiatkan upaya pembangunan budaya dan semangat masyarakat untuk menghemat, serta melestarikan sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui. Venezuela juga sedang berupaya menciptakan pembangkit listrik yang bersumber dari angin.

Malaysia pun saat ini sedang berjuang keluar dari jeratan subsidi BBM. Pada 2013, Malaysia mengurangi subsidi BBM untuk menurunkan angka defisit anggarannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut