- Reuters/Koen van Weel
Beban subsidi juga mengurangi kemampuan investasi pemerintah untuk menggerakkan perekonomian. Misalnya di India, IEA memperkirakan pemerintah India membutuhkan US$1 triliun selama 20 tahun agar 300 juta warga negaranya bisa menikmati listrik.
Namun, pemerintah India tidak bisa menyediakannya selama masih menjual listrik dengan murah. Selain itu, menurut Earth Policy Institute, seperempat dari 1,2 miliar penduduk India masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Tetapi, subsidi BBM yang tinggi tidak dinikmati oleh warga miskin, justru dimanfaatkan oleh penduduk kaya. Besarnya subsidi BBM membuat negara itu mencatatkan defisit anggaran yang mengancam pertumbuhan ekonominya.
Pemerintah India kemudian menargetkan defisit anggaran 5,1 persen dari produk domestik bruto (PDB) tahun fiskal 2012-2013 dengan menjaga subsidi BBM di angka kurang dari dua persen PDB.
Dana Moneter Internasional, atau International Monetary Fund (IMF) menilai subsidi BBM jauh dari target sasarannya. Tujuan pemberian subsidi adalah mempersempit ketimpangan antara yang kaya dengan yang miskin.
Tetapi, kenyataan yang terjadi justru sebaliknya. Orang-orang miskin yang tidak memiliki kendaraan pribadi, atau perangkat elektronik justru tidak mampu menikmati subsidi BBM dan listrik.
Menurut data IMF, 20 persen orang terkaya menikmati subsidi enam kali dibandingkan 20 persen orang termiskin.
Subsidi BBM juga mengorbankan program prioritas lain seperti pendidikan dan kesehatan. Menurut data IEA, anggaran subsidi BBM di negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara lebih dari 20 persen penerimaan negara.
![]()
Para konsumen di Kota Allahabad, India, harus antre untuk beli bensin (Foto: Reuters/Jitendra Prakash)
Subsidi Terbesar
Dalam daftar Top 25 Fossil-fuel Consumption Subsidies 2010 yang dirilis IEA pada 2012 lalu, Iran menjadi negara yang mengeluarkan subsidi BBM terbesar di dunia, yakni mencapai US$80,8 miliar.
Menurut data, ulasan statistik dari British Petroleum pada 2013, Iran memiliki 157 miliar barel cadangan minyak, 1.187,3 triliun kaki kubik cadangan gas. Negara ini memiliki cadangan gas alam terbesar di dunia dan cadangan minyak terbesar ke empat di dunia.
Pemerintah Iran, kemudian menyadari beban subsidi BBM itu, dan memutuskan untuk menghapus subsidi secara bertahap dan berkelanjutan. Cara itulah yang dilakukan Iran, meskipun ada pergantian kepala negara.