- REUTERS/Luc Gnago
Orang yang memenuhi syarat di atas diminta tidak menunda-nunda untuk menemui paramedis terdekat. Sebab, penyakit ini memiliki tingkat kefatalan sampai 90 persen. Artinya, 90 persen penderita ebola berujung pada kematian.
Bukti betapa nyawa penderita berpacu dengan waktu bisa dilihat dari kasus seorang pejuang ebola, Sheik Umar Khan. Selasa, 29 Juli lalu ia wafat di Sierra Leone.
Khan meninggal tak sampai seminggu setelah didiagnosis ebola. Semasa hidupnya, Khan sempat merawat sekitar seratus pasien ebola.
Selain itu, WHO menggarisbawahi, tindakan medis secepat mungkin juga bisa mencegah penyebaran virus.
Dunia Siaga
Wabah ebola yang memburuk membuat sejumlah negara waspada. Di tengah lalu lintas manusia saat ini yang begitu masif—melalui udara, laut, dan darat--penyebaran virus ini jadi mimpi buruk di depan mata.
Beberapa negara memasang sistem ketat bagi pendatang, terutama mereka yang baru tiba dari negara-negara terkena epidemi ebola. Salah satunya, Arab Saudi.
Di musim haji tahun ini Pemerintah Arab Saudi memberlakukan deteksi dini ebola kepada semua calon haji, menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah, 3 Oktober mendatang.
Para calon haji diminta mengisi kartu yang disediakan petugas. Ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab calon haji.
Isi pertanyaan antara lain, apakah jemaah pernah ke negara-negara yang sedang terjangkit ebola, seperti Nigeria, Kenya, Liberia, Siera Leon dan lain-lain. Kemudian, ada pertanyaan, apakah dalam tujuh hari terakhir jemaah pernah mengalami sesak nafas, demam, nyeri tenggorokan, mual, dan muntah diare.
Langkah yang sama dilakukan Pemerintah Indonesia. Meski yakin tak punya riwayat ebola, Indonesia juga siaga. Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron mengatakan, Pemerintah menyiapkan prosedur khusus di pintu-pintu masuk Indonesia bagi mereka yang baru datang dari Afrika.
Ada pemeriksaan khusus. “Ini kan termasuk corona virus, seperti MERS, jadi standar pemeriksaannya sama,” kata Ali.
WHO juga sudah memperingatkan negara-negara bahwa betapa krusialnya penyebaran ebola, akhir-akhir ini. Jumah penderita ebola, kata pejabat WHO, bisa saja .
Para pejabat tinggi juga menggelar pertemuan Komunitas Ekonomi negara-negara bagian Afrika Barat (Ecowas) juga sampai menggelar diskusi mengenai bagaimana cara mencegah virus agar tidak menyebar secara cepat.
Selain itu, mereka juga menyerukan agar negara-negara yang ada di sekitar di kawasan Afrika untuk membuka perbatasan darat. Hal ini akan membuat pekerja kesehatan mengakses daerah yang terinfeksi jauh lebih mudah.
WHO mengaku kewalahan juga menghadapi wabah ebola ini. Untuk itu, mereka meminta bantuan ke dunia internasional. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu menyebutkan mereka membutuhkan ribuan tenaga medis untuk memerangi virus yang dianggap paling mematikan tersebut.