- REUTERS/Luc Gnago
![]()
Anggota Dewan Keamanan membahas tentang krisis Ebola di Markas PBB di New York, AS. (Foto: REUTERS/Shannon Stapleton)
Saat ini, terdapat 200 tenaga medis internasional dari organisasi Doctors Without Borders yang berada di negara-negara pusat penyebaran Ebola, yakni Guyana, Liberia dan Sierra Leone. Selain itu, WHO juga mengatakan sebanyak 300 orang lainnya tengah dipersiapkan untuk dikirimkan ke Afrika Barat.
Meskipun demikian, mengingat laju penyebaran Ebola yang terus meningkat, WHO memperkirakan dibutuhkan ribuan tenaga medis tambahan. “Kami membutuhkan 500 tenaga medis internasional serta 1.000 perawat untuk memerangi wabah Ebola kali ini,” ujar WHO Chief Margaret Chan, medio September 2014.
“Jumlah tersebut akan bertambah lebih banyak dalam beberapa minggu ke depan, karena itu kami membutuhkan respons yang lebih cepat dan efektif dari dunia internasional,” kata Chan, seperti dilansir Reuters.
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, bahkan menyebut wabah ebola sebagai ancaman keamanan global berjanji mengirim bantuan.
Amerika Serikat akan mengirim 3.000 pasukan untuk membangun klinik, mendistribusikan peralatan medis, dan melatih pekerja kesehatan.
"Rumah sakit, klinik dan beberapa pusat perawatan yang saat ini tersedia, sudah kewalahan," ungkap Obama ketika berpidato di Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Atlanta, 16 September lalu.
Pasukan itu akan ditugaskan di markas Senegal. Sementara pasukan lain menyalurkan logistik dan memberi pelatihan serta dukungan teknik di Liberia.
Selain personel, AS juga akan menganggarkan lebih dari US$500 juta atau Rp5,9 triliun untuk melawan ebola. Obama terkejut dengan fenomena ebola yang menyebar sangat pesat. Bahkan, kata dia, penderita dibiarkan meninggal di jalan-jalan. "Ini menjadi sesuatu yang di luar kendali," kata Obama.
Jika penyebaran ini tidak segera dihentikan, Obama khawatir, ratusan ribu orang lainnya akan ikut terinfeksi. Selain AS, pada Selasa 16 September lalu, China berjanji akan mengirimkan tim laboratorium ke Sierra Leone. Di dalam tim itu terdapat ahli kulit, klinik, dan perawat.
Salah satu pesohor dunia, Bill Gates, ikut menyumbang. Melalui yayasan pribadi, Gates dan istrinya menyumbang US$ 50 juta kepada WHO untuk mengatasi penyebaran ebola. Bisa dibilang, ini adalah .