SOROT 311

Hidup Berkalang Asap

Asap Pekanbaru
Sumber :
  • VIVAnews/ Ali Azumar

Asap Pekanbaru

img_title Kadin Resmikan Logo HUT Ke-58 Hasil Sayembara, Simak Desain dan Filosofinya
Dari 12 kabupaten dan kota yang ada di Riau hanya 7 daerah yang melaporkan kesehatan warganya terkena dampak kabut asap. (Foto: VIVAnews/ Ali Azumar)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Antisipasi Keracunan Massal, BPOM Sudah Siapkan 21 Program Pengawasan MBG
Sumber Asap

img_title Ruben Onsu Cari Tahu Fakta Kasus TPKS Betrand Peto, Bakal Temui Saksi!
Bencana kabut asap yang melanda Sumatera dan Kalimantan sebagian besarnya disebabkan meluasnya kebakaran hutan. Beragam modusnya, mulai dari pembukaan lahan hingga pembalakan liar. Di Riau, kasus pembakaran hutan ini sudah berlangsung sejak 1997.

Akibat dari kebakaran hutan ini adalah merebaknya kabut asap ke sejumlah daerah di sekitarnya. Bahkan, kepulan asapnya sampai ke negeri Jiran, Malaysia dan Singapura.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, secara akumulatif jumlah titik api pada periode awal tahun sampai September 2014, masih lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan pantauan satelit modis pada Kamis, 25 September 2014, jumlah titik api di Sumatera Selatan sebanyak 233 titik, Lampung 26 titik, Jambi 5 titik dan Riau 2 titik. Sedangkan di Kalimantan terpantau meningkat.

Di antaranya 1.041 titik di Kalimantan Tengah, 261 titik di kalimantan Selatan, 186 titik di Kalimantan Timur dan 40 titik di
Kelimantan Barat. Jumlah itu menurut Sutopo, masih fluktuatif. Karena masih akan terjadi sampai Desember.

"Fenomena itu di Sumatera maupun di Kalimantan semuanya sama," ujar Sutopo.

Namun jika melihat fenomena tahun 2014, sejak Februari sampai bulan Juni, baik di Sumatera maupun Kalimantan, jumlah titik api trennya lebih banyak dibandingkan delapan tahun sebelumnya.

"Ini artinya apa, bahwa pembakaran lahan dan hutan juga dilakukan pada musim penghujan. Sehingga hotspotnya meningkat dari bulan Februari sampai bulan Juli," terang Sutopo.

Sutopo tak membantah, bencana kabut asap terjadi di tahun 2014 ini lebih parah ketimbang tahun 2013. Kondisi disebabkan meluasnya titik api, dari yang tadinya hanya terjadi di Riau, kini menjalar ke daerah-daerah lain. "Itu terjadi di Sumatera Selatan dan Kalimantan. Dilihat di peta, wilayah Kalimantan merah semua karena hotspot," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Dia menerangkan, selama periode Februari hingga April 2014, sumber titik api berasal dari Riau. Sedangkan untuk periode September sebagian besar titik api terjadi di Sumatera Selatan. Kemudian asapnya dibawa angin ke arah tenggara menuju barat laut, melintasi Jambi, hingga ke Singapura dan Kalimantan.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut