SOROT 311

Hidup Berkalang Asap

Asap Pekanbaru
Sumber :
  • VIVAnews/ Ali Azumar

img_title Rumor Transfer Super League: Bek Kiri Persija Shayne Pattynama Dikaitkan dengan Arema FC

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Satgas pemadaman di darat dikerahkan untuk pemadaman di darat. Belum lagi satgas penegakan hukum yang berpatroli dengan penindakan dan pencegahan. Juga satgas kesehatan melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. "Empat satgas itu beroperasi semuanya," terang Sutopo.
img_title Pejabat Bank Jadi Tersangka, Diduga Terima Rp1,4 Miliar untuk Lancarkan KPR di Karawang


img_title Wakapolri Wanti-wanti Aksi Black September, Anak Buah Diminta Cegah Konflik
Negara menggelontorkan anggaran melalui BNPB untuk penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan tahun 2014 sekitar Rp355 miliar. Saat ini sudah digunakan sebanyak Rp328 miliar. Dana paling besar digunakan untuk penanganan di Riau, Rp275 miliar.

"Itu sebagian besar dana untuk sewa pesawat, heli, kemudian untuk operasional. Paling mahal adalah pesawat," ujarnya.

Seandainya bulan Oktober dan November masih terjadi kebakaran hutan dan lahan, maka BNPB akan menambah anggaran dengan mengajukan ke DPR dan Kementerian Keuangan. "Jadi BNPB setiap tahunnya, dana siap pakai, Rp1,5 trilun."

Sutopo mengatakan, anggaran yang dikeluarkan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu. Pada 2013 lalu, pemerintah hanya menggelontorkan dana Rp113 miliar.

Ihwal besarnya anggaran yang dikeluarkan tahun ini karena sejak awal BMKG sudah menyatakan, tahun 2014 akan ada potensi Elnino. Bila itu terjadi, maka dampaknya lebih parah dibanding 2013 lalu, yaitu kekeringan. Dalam kondisi kering, kebakaran lahan dan hutan pasti lebih banyak. Tapi itu tak terjadi.

"Tapi nyatanya juga kering. Kering normal aja dampaknya kayak gini, apalagi kalau terjadi Elnino. Sehingga kita gunakan dana untuk antisipasi-antisipasi tadi. Karena lahan gambut itu jika sudah terbakar susah untuk dipadamkan," kata dia.

Di Palembang, upaya pemadaman melalui proses hujan buatan bisa dibilang gagal. Sebab, upaya penyemaian garam di awan hingga hari ini belum menunjukkan hujan.

Kepala BPBD Sumsel Yulizardinoto mengaku, gagalnya penyemaian itu karena kondisi 'awan merah' sedang tidak ada untuk wilayah Sumsel. Penyemaian sendiri menggunakan garam NA CL2.

"Hujannya lambat dan terjadi di luar. Tapi upaya itu tetap kita lakukan" kata Yulizar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


BPBD Sumatera Selatan mencatat sebanyak lima Kabupaten/kota di Sumsel menjadi titik rawan kebakaran lahan. Ke lima tempat tersebut adalah, Kabupaten Ogan Komering Ilir (Oki), Ogan Ilir (OI), Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin dan Kota Palembang.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut