SOROT 321

Siasat Warga Hadapi Bencana

sisi lain banjir jakarta
Sumber :
  • VIVAnews/Alfin Tofler

"Biasanya kami mantau di DAS-nya. Vila Duta, aliran Sungai Cikumpa. Kalau ada banjir kami bantu-bantu. Kami selalu kritisi orang yang bangunannya melanggar garis sepadan sungai,” kata Taufik.

Dari Membuat Tangga Hingga Memasang Tali
Warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung merasa terbantu dengan keberadaan berbagai komunitas tersebut. Sri Endah (45) misalnya. Warga Matraman, Jakarta Timur ini merasa senang dengan kepedulian warga yang tergabung dalam komunitas. Perempuan yang biasa disapa Ibu Yayi ini mengaku banyak beroleh manfaat dari komunitas.

“Manfaatnya banyak. Seperti kemarin (tahun lalu) banjir, mereka ada perahu. Jadi, sangat membantu warga di sini untuk mengungsi,” ujarnya kepada VIVAnews, Rabu 3 Desember 2014.

Ia mengaku sudah 45 tahun tinggal di daerah yang dilalui Sungai Ciliwung ini. Menurut dia, wilayahnya merupakan daerah langganan banjir. Setiap tahun rumahnya pasti terendam.

Yayi hanya bisa pasrah. Guna menekan kerugian, setiap akan banjir, ia dansuaminya memindahkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi serta tidak terkena banjir.

Tak hanya Yayi, warga di Kecamatan Kampung Melayu dan Manggarai Jakarta Selatan juga mengaku sudah menyiapkan diri untuk menghadapi banjir. Sejumlah cara ditempuh guna menekan kerugian yang timbul dari bencana tersebut.

Yadi misalnya. Warga Gang Anwar RW 10 Jatinegara Barat ini mengaku telah menyiapkan antisipasi khusus. "Saya buat tangga penghubung dari lantai dasar ke loteng. Jadi, biar cepat naik ke atas kalau banjir datang mendadak," katanya kepada VIVAnews, Kamis, 4 Desember 2014.

Tangga dari bambu yang dibuat Yadi disertai pemberat. Tujuannya, agar ketika banjir datang, tangga tidak hanyut dan tetap menempel di depan rumah.

"Ada juga warga yang memaku tangganya di dinding rumah. Ada juga yang cuma menggantungnya, namun dikasih pemberat. Jadi, ketika sudah tidak banjir lagi, tangga mudah dilepas," kata dia.

Cara berbeda dilakukan oleh warga di RT 4 RW 2 Jatinegara Barat. Mereka tak membuat tangga, namun telah menyiapkan tali penghubung antarrumah. Tali serat warna putih yang digantung tampak membentang di sekeliling rumah mereka.

Dani, salah seorang warga mengatakan, tali itu berfungsi menjadi pegangan atau pemandu saat evakuasi barang atau bagi warga yang berenang. "Soalnya kalau banjir pasti air sampai ke loteng. Jadi, dengan tali ini, kami bisa bergerak ke rumah lain saat air sudah tinggi," ujarnya. Warga mengatakan, mereka mendapatkan strategi itu berdasar pengalaman.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Terpopuler: Profil Gubernur Kalbar Ria Norsan, Status Tersangka Ruben Onsu Jadi Senjata Sarwendah Rebut Hak Asuh Anak
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut