SOROT 322

Lewat Alam Mereka Belajar

anak-anak sekolah alam bogor
Sumber :
  • sekolahalambogor.com

img_title 5 Smartphone Populer Siap Tampil Perdana di September 2026

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Orangtua lain yang memilih alam sebagai ajang belajar buah hatinya adalah Inayatur Rahmania. Ina menyekolahkan Nayla Rizki Mufidah di sekolah Harmoni Alam. Nayla kini duduk di kelas 4. Bukan tanpa alasan kalau dosen di sebuah perguruan tinggi ini memilih sekolah alam untuk Nayla.
img_title 22 Tahun Eksis, Komunitas Vios Ini Mulai Lirik Era Hybrid


img_title 2.961 Penerbangan Terganggu 3 Hari Erupsi Gunung Anak Krakatau, 341.000 Penumpang Terdampak
Kepada VIVAnews, Ina menceritakan pengalaman sang buah hati yang sempat mengikuti tes di sebuah Sekolah Dasar Islam Terpadu. Tes yang dilaksanakan dari pagi hingga sore hari itu membuat anaknya stres. Ia pun memilih alternatif lain, sekolah alam, yang tidak ada tes masuk sama sekali karena sekolah sudah siap mendidik anak dalam kondisi apapun.

Kurikulum sekolah alam dianggapnya unik karena anak belajar langsung dari alam dengan proses yang menyenangkan.  Sehingga anak tidak sadar bahwa sebenarnya dia sedang belajar. "Saya juga tertarik dengan guru-guru pengajarnya. Terasa sekalu ruh pendidik mereka. Belum pernah saya melihat murid begitu akrab dengan guru seperti dengan orangtua mereka sendiri," kata dia.

Pilihan Ina terbukti positif untuk perkembangan emosi dan karakter anaknya. Baginya, nilai dalam raport bukanlah hasil akhir yang dapat dibanggakan dari seorang anak, tetapi justru kematangan pribadinya dan karakter yang kuat sehingga mampu survive di lingkungannya. Ina mencontohkan bagaimana Nayla mampu mengatasi masalah ketika mengalami konflik dengan teman-temannya, dan mampu berkomunikasi terhadap orang yang baru dikenal, serta mampu mensyukuri semua nikmat yang didapat.

Di sekolah sang anak, Ina menuturkan, ada kurikulum tidak biasa, yakni kurikulum 'aqil baligh'. Dalam  alquran, Allah selalu menyandarkan kalimat aqil setelah baligh, yang artinya seharusnya seorang anak sudah mampu memilih mana yang baik dan buruk (aqil) setelah dia memasuki usia baligh.

"Jadi orientasinya mendidik anak menjadi aqil dalam pendidikan 9 tahun, sehingga ketika baligh nanti mereka bisa mandiri dan bertanggung jawab pada diri mereka," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA



Gunung Anak Krakatau Erupsi

Waspada! Status Gunung Anak Krakatau Masih Siaga Level III

Status Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda masih Level III (Siaga) berdasarkan rekomendasi laporan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut