Sumber :
- sekolahalambogor.com
Orangtua lain yang memilih alam sebagai ajang belajar buah hatinya adalah Inayatur Rahmania. Ina menyekolahkan Nayla Rizki Mufidah di sekolah Harmoni Alam. Nayla kini duduk di kelas 4. Bukan tanpa alasan kalau dosen di sebuah perguruan tinggi ini memilih sekolah alam untuk Nayla.
Baca Juga
Kurikulum sekolah alam dianggapnya unik karena anak belajar langsung dari alam dengan proses yang menyenangkan. Sehingga anak tidak sadar bahwa sebenarnya dia sedang belajar. "Saya juga tertarik dengan guru-guru pengajarnya. Terasa sekalu ruh pendidik mereka. Belum pernah saya melihat murid begitu akrab dengan guru seperti dengan orangtua mereka sendiri," kata dia.
Pilihan Ina terbukti positif untuk perkembangan emosi dan karakter anaknya. Baginya, nilai dalam raport bukanlah hasil akhir yang dapat dibanggakan dari seorang anak, tetapi justru kematangan pribadinya dan karakter yang kuat sehingga mampu survive di lingkungannya. Ina mencontohkan bagaimana Nayla mampu mengatasi masalah ketika mengalami konflik dengan teman-temannya, dan mampu berkomunikasi terhadap orang yang baru dikenal, serta mampu mensyukuri semua nikmat yang didapat.
Di sekolah sang anak, Ina menuturkan, ada kurikulum tidak biasa, yakni kurikulum 'aqil baligh'. Dalam alquran, Allah selalu menyandarkan kalimat aqil setelah baligh, yang artinya seharusnya seorang anak sudah mampu memilih mana yang baik dan buruk (aqil) setelah dia memasuki usia baligh.
"Jadi orientasinya mendidik anak menjadi aqil dalam pendidikan 9 tahun, sehingga ketika baligh nanti mereka bisa mandiri dan bertanggung jawab pada diri mereka," katanya.
Waspada! Status Gunung Anak Krakatau Masih Siaga Level III
Status Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda masih Level III (Siaga) berdasarkan rekomendasi laporan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
VIVA.co.id
7 September 2026