SOROT 323

Tersuruk karena Minat Baca Buruk

1001 buku
Sumber :
  • http://www.1001buku.or.id

img_title Terpopuler: Mobil Termahal di RI, Perpanjang SIM Tanpa Antre, hingga Harga BMW Bekas

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lokasi parkir sepeda motor yang terletak di bagian depan sisi kiri gedung juga tampak lengang. Hanya ada belasan sepeda motor yang terparkir.
img_title Tan Cheng Hoe Bicara Rivalitas Malaysia Vs Timnas Indonesia: Selalu Penuh Antusiasme


img_title Kembangkan Program Berbasis Lokal, Pertamina Patra Niaga Dorong Perempuan Berdaya
Ada lima gedung di kompleks ini, yakni gedung A, B, C, D dan E. Serta gedung utama yang menjadi kantor sekretariat Perpusnas. Gedung B, C, dan D terdiri atas delapan lantai. Gedung A bagian depan difungsikan untuk ISBN.

Di lantai dasarnya terdapat sejumlah buku, majalah, koran, tabloid, dan bahan bacaan lain. Hanya ada belasan pengunjung yang tampak duduk di belakang meja di dalam perpustakaan yang rapi ini. Mayoritas dari mereka terlihat membaca koran, majalah dan tabloid. Hanya beberapa orang yang membaca buku.

“Di sini ribet. Yang boleh dibaca hanya satu-satu buku doang,” ujar Talitha Putri Ardella, salah seorang pengunjung kepada VIVAnews, Kamis, 18 Desember 2014.

Mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta ini mengaku terpaksa datang ke Perpusnas, karena harus mencari tesis dosennya. Ia juga mengeluhkan lokasi gedung perpustakaan yang berjauhan.

“Di sini gedungnya terlalu banyak, dan jaraknya berjauhan. Buku-buku penting saya cari tidak ada di gedung ini, adanya di gedung lain. Tempatnya jauh di belakang,” ujarnya mengeluh. Akhirnya, dia hanya bertahan satu jam dan memilih pulang.
 
Kondisi ini seolah membenarkan survei Organisasi PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO). Jajak pendapat yang dilakukan lembaga ini menunjukkan fakta yang tak menggembirakan terkait minat baca masyarakat Indonesia.

Sebab, survei itu menunjukkan minat baca orang Indonesia paling rendah di ASEAN. Sementara itu, survei yang dilakukan terhadap 39 negara di dunia, rasio antara konsumsi satu surat kabar dengan jumlah pembaca, negara Indonesia menduduki urutan ke-38.

Berdasarkan rasio penduduk, idealnya satu surat kabar dibaca oleh 10 orang (1:10). Di Indonesia, satu surat kabar dikonsumsi oleh 45 orang (1:45).

Survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan penurunan minat baca masyarakat. Berdasarkan hasil survei 2006-2012, untuk surat kabar ada tren penurunan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Pada 2006, persentase orang yang membaca ada 19,98, selanjutnya untuk 2009 turun menjadi 16,26, dan 2012 menjadi 15,06. Penurunan jumlah pembaca juga terjadi terhadap tabloid/majalah.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut