SOROT 324

Jerman Patahkan Mitos & La Decima Real Madrid

Pemain Timnas Filipina ketika bermain melawan Indonesia
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo

img_title Ruben Onsu Mau Tes Kesehatan, Tapi Syarat dari Sarwendah Bikin Mediasi Gagal

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kali terakhir Madrid meraih trofi Liga Champions pada musim 2002. Saat itu, Zinedine Zidane dan kawan-kawan meraih kemenangan 2-1 atas Bayer Leverkusen. Namun, sejak saat itu, Madrid selalu gagal ke final.
img_title Terpopuler: Erick Thohir Beri Peringatan ke Timnas Indonesia, Maarten Paes Rebut Kiper Utama Ajax dari Ter Stegen?


img_title Kenapa Minecraft Dungeons Bisa Bikin Pemain Terus Mengulang Misi? Ada Rahasia di Balik Sistem Loot-nya
Padahal, Madrid tak main-main untuk bisa mewujudkan ambisi besar tersebut. Demi bisa menggapai gelar ke-10, El Real menempuh segala cara, salah satunya dengan "ugal-ugalan" di bursa transfer pemain.

Nama-nama top silih berganti masuk daftar skuad Madrid dari waktu ke waktu. Namun, apa daya, untung belum berpihak pada mereka. Pencapaian terbaik Los Blancos hanya melaju ke semifinal.

Dan, mimpi La Decima itu pun akhirnya terwujud setelah kedatangan Carlo Ancelotti pada musim panas 2014 lalu. Pelatih asal Italia itu mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan.

Tapi, bagaimanapun juga, La Decima yang diraih Madrid ini lebih dari sekedar pengorbanan mendatangkan pemain termahal. Kualitas teknik, fisik serta mental jadi yang utama. Untuk mendapatkan bukti, cukup menengok ke laga final.

Tertinggal hingga menit 90, tim asuhan Carlo Ancelotti itu tak menyerah hingga akhirnya Sergio Ramos membalas gol Diego Godin dan memaksakan babak tambahan. Dan di perpanjangan waktu ini, Madrid benar-benar menunjukan kelasnya.

Dimulai dari tandukan keras Bale menyambut bola muntah sepakan Angel Di Maria. Lalu, tendangan keras Marcelo dari depan kotak terlarang, dan ditutup eksekusi penalti Cristiano Ronaldo. Madrid balik meraih kemenangan 4-1 atas rival sekotanya itu dan memastikan gelar.

"Ini akhir dari sebuah obsesi. Sekarang kami sedang memikirkan yang ke-11 dan kemudian fokus pada gelar ke-12. Sepertinya, kami telah dibebaskan sepenuhnya oleh beban diri kami sendiri," kata Presiden Madrid, Florentino Perez.

Akhir Tragis Timnas U-19

Dari dalam negeri, publik Indonesia menyematkan harapan tinggi kepada timnas Indonesia U-19 sepanjang 2014. Evan Dimas dan kawan-kawan yang berstatus sebagai juara Piala AFF diharapkan bisa berprestasi di Piala Asia (AFC Cup) 2014 di Myanmar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Apalagi, turnamen ini menjadi pintu masuk buat Timnas U-19 untuk berlaga di Piala Dunia U-20 2015. Syaratnya, tim asuhan Indra Sjafri itu minimal harus lolos ke semifinali alias mengakhiri turnamen di posisi 4 besar.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut