SOROT 326

Banyak Rupiah di Mangkuk Bakso Gepeng

bakso gepeng rawamangun
Sumber :
  • baksogepengrawamangun.blogspot.com

bakso gepeng rawamangun

img_title Bisnis Waralaba Kuliner Tumbuh Paling Tinggi di RI

Sri Mulyono, pemilik bisnis waralaba (franchise) Bakso Gepeng Rawamangun

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu, disampaikan Sri Mulyono, pemilik bisnis waralaba (franchise) Bakso Gepeng Rawamangun. Pria  kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, itu mengaku tak terbersit di benaknya jika saat ini menjadi salah seorang pengusaha sukses.

Saat ditemui VIVAnews, Kamis 8 Januari 2015, pria yang akrab disapa Yon itu menceritakan awal mula bagaimana usahanya dirintis. Menurut Yon, usaha bakso itu ditekuninya, setelah ia mengundurkan diri sebagai general manager di PT Hero Intipura (HIP) pada 2007 silam.

Penggalan kalimat "Jika ingin bahagia, atau sukses jangan jadi karyawan" milik mendiang Bob Sadino, sepertinya berlaku bagi Yon untuk berdikari. "Saya ingin berusaha, karena waktu itu peluang usaha di entrepreneur terbuka. Akhirnya, saya memutuskan mundur walaupun belum punya usaha," kata dia.

Yon akhirnya membulatkan tekad untuk membuka usaha di bidang makanan. Sebab, bisnis makanan dianggap tak pernah mati. Setelah mengumpulkan modal, usahanya pun kemudian menjadi kenyataan pada 2009. Menu bakso dengan bentuk gepeng kemudian dipilih sebagai senjata usahanya.

"Bakso itu segmennya luas. Siapa orang Indonesia yang tidak suka bakso? Bakso kan disukai orang tua, anak muda, dan anak-anak," kata dia.

Yon mengklaim, Bakso Gepeng Rawamangun racikannya berbeda dengan bakso-bakso lainnya. Dia juga mengklaim, jika baksonya sehat dan aman dikonsumsi. Sebab, bakso itu dibuat tanpa bahan pengawet, kuahnya bening dan tak bergajih, serta menggunakan daging sapi segar.

"Orang yang lagi diet, tidak takut makan bakso lagi. Bakso kami juga rendah lemak," kata dia.

Modal yang digelontorkannya untuk berbisnis bakso adalah Rp30 juta. Uang ini, kemudian digunakannya untuk menyewa tempat, serta membeli bahan baku produksi, seperti daging sapi dan tepung.

Awalnya, sarjana peternakan itu terlebih dahulu menggunakan tes pasar, yaitu berjualan dengan mobil selama sebulan. Yon juga pernah membagikan baksonya gratis selama promosi di Puri Gading. Kemudian, dia memutuskan berjualan di daerah Jatibening.

Paket Sesuai Kocek
Melihat peluang yang menjanjikan dari bisnis franchise, Yon kemudian memutuskan untuk mewaralabakan bisnisnya. Outlet pertamanya, ada di dekat Stasiun Bekasi.

Singkat cerita, keberuntungan sepertinya menyapa Yon. Usahanya maju pesat dalam waktu singkat. Nama Bakso Gepeng Rawamangun pun kian populer di tengah masyarakat, khususnya wilayah Jabodetabek. Menurut data yang disampaikan, ia kini sudah memiliki 150 gerai.

Karena sudah menjamur, Yon kemudian berkeputusan untuk berkonsentrasi pada sektor produksi dan distribusi Bakso Gepeng Rawamangun. "Pegawai saya (produksi) sekarang 15, produksi ada di daerah rumah saya, di Puri Gading," ujarnya.

Selain di wilayah Jabodetabek, Bakso Gepeng Rawamangun hasil kerja keras Yon juga sudah menancapkan kuku bisnisnya di beberapa kota besar, seperti Palembang, dan Yogyakarta. Saat ini, permintaan waralabanya pun sudah datang dari Bandung dan Purwokerto.

Yon mengklaim, ada nilai plus yang bisa ditawarkan dari bisnisnya, yaitu sederhana, market yang  besar, prospeknya bagus, marjin keuntungan 30 persen, dan bisa balik modal dalam waktu 10-12 bulan, bahkan ada yang tiga bulan bisa break event point (BEP).

Ada tiga paket yang ditawarkan oleh wirausaha ini:

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Restoran Seafood Waralaba Gaya Amerika Menggurita
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut