- VIVAnews/Mustakim
“Saya riset setahun untuk mengetahui mi ayam itu gimana, kompetitornya bagaimana, harganya berapa, tempat dan pasarnya gimana,” ujar pria yang kerap gonta ganti pekerjaan ini mengenang.
Ayah tiga anak ini memilih mi ayam sebagai bisnis perdananya. Alasannya sederhana, ia suka dengan mi sejak lama. Selain itu, ia melihat bisnis makanan masih memiliki peluang besar.
“Pertama, saya suka mi. Kedua karena mi merupakan makanan favorit. Ketiga, pertumbuhan penduduk pasti akan meningkatkan kebutuhan orang akan makanan,” dia menjelaskan.
Ia tak banyak ikut berbagai pelatihan kewirausahaan saat mulai merintis bisnisnya. Wahyu hanya belajar melalui internet, termasuk bagaimana cara membuat mi yang enak dan sehat. Konsep bisnisnya juga sederhana.
“Product, place, price, dan promosi menjadi bahan dasar awal memulai,” ujar suami Ervina Dwi Damayanti ini menerangkan.
Wahyu tak pernah meniatkan bisnisnya akan dimitrakan. Awalnya, ia hanya membuka cabang. Namun, hasilnya mengecewakan. Ia harus gonta ganti karyawan dan usahanya tak kunjung berkembang.
Akhirnya, pada tahun kedua, yakni pada 2010, ia memutuskan untuk menawarkan kerja sama dalam bentuk kemitraan dengan sejumlah pedagang. Konsepnya sederhana.
Pedagang boleh menggunakan brand Mie Ayam Grobakan dengan syarat membeli mi dari dia. Biaya investasinya juga tak besar. Hanya dengan setor Rp8,5 juta, pedagang akan mendapatkan gerobak, lengkap dengan peralatan masak.
Terus Berkembang
Saat program kemitraan diluncurkan, hanya satu dua pedagang mi ayam yang berkenan. Namun, seiring waktu, jumlah pedagang yang bermitra dengan Wahyu terus bertambah.
Saat ini, jumlah mitra Mie Ayam Grobakan mencapai 270. Mereka tersebar di Jabodetabek dan sejumlah kota di luar Jawa. “Di Jabodetabek paling banyak. Sisanya di Aceh, Pekan Baru, Makassar, Bali, Lombok, dan Banjarmasin,” ujar lulusan IISIP, Jakarta ini.
Sebelum menggunakan nama Mie Ayam Grobakan, Wahyu sempat akan menggunakan brand Bapak Jalal, kepanjangan dari bebas pengawet, bahan kimia dan dijamin halal. Alasanya, mi produksinya memang bebas dari berbagai bahan kimia dan pengawet.