SOROT 326

Hobi Bikin Hoki

mie ayam grobakan
Sumber :
  • VIVAnews/Mustakim

Namun, nama tersebut dirasa terlalu panjang dan tak enak diucapkan. Akhirnya, ia menggunakan nama Mie Ayam Grobakan.

Selain gerobak dan beragam perlengkapan memasak, Wahyu juga memberikan panduan memasak bagi para mitranya. Panduan itu dikemas dalam bentuk buku dan video. Hal itu dilakukan agar para pedagang mi ayam yang menjadi mitranya bisa menjaga kualitas dan rasa masakan.

img_title Ini Ragam Pilihan Bisnis Waralaba dengan Modal Rp3 Juta

Selain itu, setahun sekali ia mengumpulkan mitranya guna sharing pengalaman serta berbagi tips dan strategi.

Amrizal (50) merupakan salah satu mitra Mie Ayam Grobakan. Pria yang sudah malang melintang di dunia perbukuan ini memilih banting setir dan memutuskan berjualan mi ayam. Ia mengaku tak sengaja terjun ke bisnis ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awalnya, ia melihat profil Mie Ayam Grobakan di salah satu stasiun televisi swasta. Bersama istrinya, ia lalu datang ke lapak mi ayam milik Wahyu untuk mencoba rasanya.

“Mi ayamnya enak. Istri saya langsung bilang, ayo pak kita jualan mia ayam ini saja,” ujar Amrizal saat VIVAnews menyambangi rumah yang sekaligus menjadi warung mi ayamnya di Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur,  Kamis, 8 Januari 2015.

Akhirnya, selang dua pekan, Amrizal kembali menemui Wahyu. Tujuannya jelas, ia ingin mendaftarkan diri sebagai mitra Mie Ayam Grobakan. Mobil kesayangannya terpaksa ia jual untuk modal awal.

img_title Merek Dikuasai Pihak Lain, IKEA Alam Sutera Tetap Buka

Sementara itu, garasinya ia sulap menjadi warung mi ayam. “Saya buka tepat pada 5 Februari 2011,” ujar pria asal Padang ini mengenang. Ia mengaku mengeluarkan Rp20 juta sebagai modal awal.

Amrizal mengatakan, warung mi ayamnya tak pernah sepi. Pembeli berdatangan, meski ada sekitar delapan pedagang mi ayam yang mangkal dan lalu lalang di sekitar rumahnya. Dalam sehari, ia bisa menghabiskan lima kilogram mi. Hasilnya, dia bisa mengantongi uang Rp1 juta sekali jualan. Dari jumlah itu, 30 persennya merupakan keuntungan.

Sama seperti Wahyu, Amrizal memilih dagang mi ayam karena menilai bisnis ini memiliki peluang. Ia juga yakin tetap bisa bersaing dengan usaha sejenis. Sebab, selain mi yang dijual rasanya lebih enak, ia juga menjaga kebersihan warung dan berusaha selalu ramah kepada pelanggan. Ia juga selalu menjaga kualitas masakan. Hasilnya, rumah yang terletak di pinggir jalan ini tak pernah sepi.

Amrizal tak membual. Salah seorang pelanggan, Wiwik Hartati (53) mengatakan, Mie Ayam Grobakan milik Amrizal memang enak. Ia mengatakan, sepekan bisa tiga kali ia makan mi ayam besutan Amrizal tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut