SOROT 327

Menggapai Asa dari Balik Bukit

mts sururon
Sumber :
  • Dokumentasi Inceu

mts sururon

img_title Kondisi Rumput GBLA Bikin Greg Nwokolo Bertanya-tanya: Siapa yang Menyetujui?
Lulusan MTs ini umumnya anak-anak buruh tani, kalaupun nantinya menjadi petani, bisa menjadi petani yang lebih maju dalam segala hal. Foto: Dokumentasi Inceu

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Dana Masyarakat
Untuk mendirikan dan mengelola sekolah, menurut Nurdin, pada awalnya seluruh pembiayaan ditanggung masyarakat dan warga pesantren. Bahkan, para pengajar pun turut berswadaya menggalang dana untuk keberlangsungan kegiatan belajar  mengajar.

Namun, kini MTs Sururon juga mendapatkan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS), walaupun jumlahnya jauh untuk mencukupi kegiatan belajar mengajar.

"Sementara, kami tetap berkomitmen tidak memungut biaya dari siswa. Selain dana BOS memang tidak ada sumber lain, kecuali dari orang tua siswa yang menyumbang secara sukarela," tuturnya.

img_title Tren Produk Pembalut Berkemasan Kertas Ramah Lingkungan Makin Marak, Edukasi Perlu Digencarkan

Biaya operasional menjadi persoalan berikutnya. Serikat Petani Pasundan pun bertemu pengurus Organisasi Tani Lokal (OTL) di Garut. Kesepakatannya, untuk biaya operasional dibantu melalui sumbangan OTL, dengan menyisihkan sebagian hasil panen.

"Belum selesai di situ, banyak orang tua yang tidak percaya dengan MTs Sururon, sehingga kami dari SPP harus ekstra keras meyakinkan masyarakat agar mau menyekolahkan anaknya secara gratis," ujarnya. "Jadi, sejak berdiri pada 2003, kemudian pada 2005, masyarakat akhirnya percaya dan mau menyekolahkan anaknya ke MTs Sururon".

Sementara itu, kurikulum yang diterapkan di MTs Sururon merupakan kurikulum gabungan, antara lain kurikulum dari Kementerian Agama, muatan lokal, dan kurikulum pesantren yang dipadukan sesuai jam pelajaran.

img_title UU Polri Digugat ke MK, Persoalkan Satpam Jadi Kewenangan Kapolri

Sistem pengajaran lebih berorientasi diskusi, dengan meja kursi siswa disusun melingkar. Bahkan, di beberapa ruangan justru kegiatan belajar mengajar dilakukan secara lesehan.

Metode diskusi ini cukup efektif. Siswa dapat menangkap pelajaran, dan sebaliknya mengajarkan siswa untuk tidak malu bertanya dan menyampaikan pendapatnya. Pengajar dan siswa juga diposisikan layaknya kakak dan adik, sehingga keluh kesah siswa tanpa sungkan disampaikan kepada gurunya.

"Kadang-kadang para siswa curhat soal pribadi kepada gurunya. Ya, kami terima supaya mereka bisa menyelesaikan persoalan pribadi yang dihadapinya," ungkap Hamid Husaeni Al-Wafa, salah satu pengajar.

Pola tersebut yang membedakan MTs Sururon dengan lainnya. Selain itu, terdapat tambahan materi berupa teori bertani, sehingga saat pulang ke rumah masing-masing, siswa akan mempraktikkannya di rumah bersama orangtua.

Fasilitas belajar mereka pun sederhana. Latar belakang orang tua sebagai buruh tani, banyak siswa yang tidak melengkapi peralatan sekolah dengan seragam dan sepatu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut