- Dokumentasi Inceu
"Ya, kami ingin mengangkat harkat dan martabat keluarga, walaupun kami anak buruh tani," ujarnya.
Ali berharap pemerintah melirik sekolahnya dan membantu meningkatkan fasilitas belajar mengajar yang masih minim. “Supaya kami bisa sama dengan siswa sekolah lainnya," kata Ali.
Namun, dengan segala keterbatasan itu, Yudi mengatakan, pada 2006, salah satu siswanya tercatat memiliki nilai tertinggi di Jawa Barat untuk mata pelajaran Matematika, serta mampu meluluskan tujuh orang siswa ke Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA waktu itu). Walaupun, saat itu para siswa berat dengan persoalan pembiayaan yang sangat minim.
Ketujuh siswa tersebut, pada tahun kedua di SPMA, ternyata berprestasi dan mendapatkan beasiswa dari sekolah serta menjadi Duta Olimpiade Nasional dengan hasil menjadi juara kedua nasional untuk diskusi pembangunan pertanian. Mereka pun menjadi juara pertama untuk lomba pembuatan mikro organik (pupuk organik baru) di Kalimantan.
"Ini yang menjadi kebanggaan kami, para siswa dengan segala keterbatasan fasilitas ternyata mampu berprestasi," kata Yudi. "Padahal, target awal kami dengan mendirikan MTs Sururon adalah agar warga Desa Sarimukti minimal memiliki ijazah setingkat SMP".