SOROT 328

Emas dari Barang Bekas

Mall Rongsok
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ahmad Rizaluddin

Sebelum mendirikan Mall Rongsok, Nurkholis sudah malang melintang dan gonta ganti pekerjaan. Beragam profesi sudah pernah ia lakoni, mulai dari jadi karyawan apotek, servis motor, servis mobil, tukang cukur hingga jualan barang-barang kelontong di pinggir jalan.

img_title Profil Eva Stevany Rataba, Anggota DPR Masuk Desil 4 Penerima Bansos Hartanya Capai Rp16 Miliar

Namun, semua usaha tersebut bangkrut. Akhirnya, menjelang tutup tahun 2009 ia mendirikan bengkel elektronik bernama ‘Adi Elektronik’.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sambil mengelola bengkelnya, Nurkholis rajin mengumpulkan barang-barang bekas dari berbagai tempat. Saat itu, ia belum menggunakan nama Mall Rongsok karena barangnya masih sedikit.

img_title KPK Bongkar Aliran Mobil Mercedes-Benz ke Anggota DPRD Bengkulu Vinna Ledy, Siapa Pemberinya?

Namun, setelah barangnya dirasa banyak barulah tempat yang semula menjadi bengkel elektronik tersebut ia sulap menjadi Mall Rongsok. “Empat tahun saya kumpulin barang. 2010 bulan Mei baru kasih nama Mall Rongsok,” ujar pria yang sudah mencoba 28 jenis pekerjaan ini.

Selain hobi, Nurkholis memilih bisnis ini karena melihat peluang. Menurut dia, selama ini orang menjual rongsok hanya untuk jenis tertentu, misalnya telepon genggam atau komputer.

img_title Layar HP OLED, AMOLED, dan LTPO AMOLED Sering Dianggap Sama, Padahal Ada Perbedaan Penting di Baliknya

“Nah saya punya pikiran bagaimana kalau saya bikin semuanya ada tapi yang punya satu orang,” ujarnya. Tak dinyana, usahanya ini terus berkembang.

Uang seratus ribu yang ia gunakan sebagai modal awal terus beranak pinak. Saat ini, omset mal besutan Nurkholis ini mencapai seratus juta per bulan.

Lihat juga VIDEO-nya dalam.

Pembeli Berdatangan

Nurkholis menjual barang-barangnya dengan sistem satuan. Sebab menurut dia, keuntungannya lebih besar dibanding dijual kiloan.

Mall Rongsok

Pengunjung Mall Rongsok bebas berkeliling untuk berburu barang. (VIVA.co.id/Ahmad Rizaluddin)

Ia mengaku, bisa meraup untung hingga dua ratus persen dari setiap barang. Meski hanya berisi barang-barang bekas, tempat ini tak pernah sepi dari pembeli.

Menurut dia, setiap hari ada sekitar seratus orang yang datang. Ernawati (42) salah satunya.

Pengusaha salon dan penyalur tenaga kerja ini mengaku sering datang ke tempat ini. Alasannya, ia bisa menemukan barang yang dibutuhkan dengan harga murah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, ia merasa bisa menjaga lingkungan karena mengurangi sampah. Erna mengaku sudah menjadi pelanggan Mall Rongsok sejak dua tahun lalu.

Mantan anggota DPRD Kota Depok ini mengaku betah muter-muter dan belanja di mal milik Nurkholis ini. Menurut dia, belanja di Mall Rongsok bisa santai dan penuh kekeluargaan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut