SOROT 332

Sampah Bawa Berkah

Santri Ponpes Al Ashriyyah Nurul Iman sedang memilah sampah untuk didaur ulang.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mustakim

Sampah limbah rumah tangga yang selama ini menjadi masalah mereka ‘sulap’ menjadi penghasilan. Caranya, warga mengolah sampahnya secara mandiri.
Rejeki ini berawal dari program Pemerintah Kota Yogyakarta pada tahun 2005.

img_title Pekan Ini Jadi Titik Balik, 3 Zodiak Ini Diprediksi Alami Perubahan Besar dalam Hidup

RW yang memiliki tujuh rukun tetangga (RT) ini dipilih untuk pengelolaan sampah secara mandiri. Hasilnya, permukiman ini tampak bersih dan asri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beragam tanaman terpajang sejak dari pinggir gang hingga depan rumah warga. Tiap rumah juga memiliki tempat sampah yang sudah dipilah.

img_title Menhub Sebut Bandara Alternatif Beroperasi 24 Jam Selama 8 Bandara Tutup Imbas Anak Krakatau

"Kesadaran warga untuk menjaga kebersihan sudah tinggi. Warga dengan sendirinya memisahkan sampah organik dan nonorganik," kata Ketua RT 54, Sugiyarto kepada VIVA.co.id, Rabu, 18 Februari 2015.

Yuli Woro Utami, warga RT 48 mengatakan, mengelola dan mengolah sampah sudah menjadi bagian hidup warga. Kesadaran warga ini tak hanya membuat kampung asri dan bersih, namun juga memberi nilai tambah.

img_title Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang Sampai Pukul 08.59 WIB

Pasalnya, setiap sampah yang merupakan limbah rumah tangga baik organik dan nonorganik akan diolah. Misalnya, saat ia memasak sayuran, maka sisa sayuran yang tak terpakai akan dimasukan ke dalam ember yang sudah dibuat sedemikian rupa.

Sampah lalu diberi cairan kemudian ditutup. “Dalam beberapa hari sampah tersebut dapat menghasilan pupuk cair yang disebut lindi. Pupuk cair tersebut bermanfaat sebagai nutrisi untuk tanaman sayur dan bunga,” ujarnya.

Sementara, untuk sampah nonorganik, seperti kaleng, kardus dan botol akan disetor ke Bank Sampah. Sekali dalam sepekan, warga akan mengumpulkan sampah nonorganik tersebut.

Bank Sampah yang dikelola oleh ibu-ibu ini akan menjual sampah dari warga kepada pengepul. "Tidak dikumpulkan begitu saja, sampah itu kami beli. Setiap warga yang datang kami catat berapa kilo yang dikumpulkan," ujar Kuspilah, ketua Bank Sampah Bumi Lestari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk bungkus deterjen, biasanya diolah menjadi tas atau kerajinan tangan lain. Namun, mereka akan mengerjakan itu jika ada pesanan. [Lihat juga video di]

Pasalnya, saat ini banyak orang membuat produk yang sama. "Di sini sampah membawa berkah, kami selalu memanfaatkan sampah dan mengolah sampah sehingga memiliki nilai jual."

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut