- www.facebook.com/retno.listyarti
Sejumlah buku pernah lahir dari tangannya, di antaranya Buku Perjalanan KIR Jakarta Utara (2001), Buku PKn kelas X–XII SMA KBK Penerbit Esis (2005), Buku PKn kelas X–XII SMA KTSP 2006 Penerbit Esis (2007), dan Buku PKn kelas X–XII SMK KTSP 2006 Penerbit Erlangga (2008).
Artikelnya juga banyak dimuat di media massa seperti Harian Kompas, Majalah Sindo Weekly, Republika, Koran Tempo, Jurnal Perempuan, Jurnal Syafei Maarif, Jurnal Hak Asasi Manusia Elsam, dan sejumlah media lain.
Aktivitas dan sikap kritisnya terhadap berbagai kebijakan terkait pendidikan yang dianggap merugikan, Retno diganjar banyak penghargaan. Sederet penghargaan pernah diterima perempuan yang pernah digugat Akbar Tanjung karena bukunya ini.
Sejumlah penghargaan yang pernah ia raih adalah menjadi Mahasiswa Berprestasi IKIP Jakarta dan Nasional (1993), penerima award internasional Toray Foundation Jepang dalam bidang sains (3R) (2004), dan penerima award sebagai Tokoh Pendidikan dari PKS (2007).
Selain itu, dia menjadi pemenang lomba Menulis Esai Pendidikan dari PDIP (2010), penerima award sebagai pejuang anti korupsi dari ICW (2011), penerima award Pendidik Islam Terbaik tingkat Nasional dari UNJ (2013), dan penerima LBH Award sebagai Pejuang HAM dari LBH Jakarta (2013).
Pemerhati pendidikan, Doni Koesoema mengatakan, Retno merupakan guru yang menguasai persoalan pendidikan mulai dari sisi legal maupun proses pengajaran. Selain itu, Doni menilai, Retno memiliki komitmen yang kuat untuk memperjuangkan nilai-nilai penting pendidikan.
“Ia merupakan inspirasi yang luar biasa bagi para pendidik yang sungguh ingin menghayati profesinya sebagai pendidik profesional,” ujar anggota Dewan Pertimbangan FSGI ini kepada VIVA.co.id, Rabu, 15 April 2015.
Hal senada disampaikan Febri Hendri. Koordinator Divisi Pelayanan Publik Indonesia Corruption Watch (ICW) ini mengatakan, Retno merupakan sosok guru yang kritis. Menurut dia, selain kritis, Retno merupakan pendidik yang berani dan mau mengambil risiko.
Febri mengatakan, ICW sering bekerja sama dengan FSGI, organisasi yang dipimpin Retno. Menurut dia, mereka kerap bahu membahu mengkritisi berbagai kebijakan yang dinilai buruk dan berpotensi korup. “Retno bagus kinerjanya,” ujarnya kepada VIVA.co.id, Kamis, 16 April 2015.