SOROT 340

Dian Siswarini, Pemanjat Puncak Menara XL

Deputy CEO XL, Dian Siswarini
Sumber :
  • xl

img_title Lian Gogali, Perempuan Agen Perdamaian Poso

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bisa ditebak, karier Dian selanjutnya makin moncer. Pada rentang tahun 1996 hingga 2013, dia memegang berbagai jabatan kunci pada Departemen Network dan Engineering XL.
img_title Keri Lestari Dandan, Harapan Baru Penderita Diabetes


img_title Dua Prajurit TNI Diduga Terlibat Korupsi Dana BNPB, Begini Respons Mabes TNI
Tahun 2007, Dian diangkat sebagai Direktur Network Services yang kemudian berubah penyebutannya menjadi Direktur/Chief Technology. Seiring dengan perubahan strategi, pada tahun 2011, Dian didapuk sebagai pemimpin Departemen Content and New Business sebagai Direktur/Chief Digital Services Officer sampai tahun 2013.

Menyusul kiprah suksesnya memoles XL, induk usaha Axiata di Malaysia membajak Dian. Bulan Juni 2014, Dian didapuk sebagai Group Chief of Marketing and Operation Officer untuk membantu pertumbuhan seluruh anak perusahaan Axiata.

Puncaknya, pada 1 April 2015, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa ‎(RUPSLB) resmi mengangkat Dian Siswarini sebagai President Director & CEO XL Axiata.

Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk Dian Siswarini
pada 1 April 2015, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa ‎(RUPSLB) resmi mengangkat Dian Siswarini sebagai President Director & CEO XL Axiata. Foto: ANTARA/Reno Esnir

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Peran ganda

Dian sadar benar bahwa menjadi profesional perempuan sukses bukanlah perkara mudah. Dalam kehidupan dunia yang dibangun dengan konsep laki-laki, perempuan 'dipaksa' mengerjakan tugas domestik.

Itu sebabnya, perempuan punya tantangan lebih besar saat punya keinginan untuk sukses di bidang karier. Peran ganda harus di jalani. Ya sebagai istri sekaligus ibu, juga sebagai profesional di kantor.

Maka, ibu tiga anak ini harus pandai-pandai membagi waktu. Terutama, saat dia masih aktif di lapangan. Bila ingin lembur, biasanya Dian pulang jam 5 sore dan kembali beraktivitas pukul 21.30.

Namun, sebelum subuh berkumandang, Dian berusaha sudah sampai rumah. "Ketika mereka (suami dan anak) bangun, saya sudah ada di rumah, melayani mereka,” kata istri Adji Rukmantara ini.

Keberadaannya sebagai profesional, tak membuat Dian menafikkan tugasnya sebagai ibu. Dia selalu berusaha untuk senantiasa memaksimalkan waktu dengan keluarga.

Misalnya, sarapan bersama keluarga. Pada kesempatan itu, mereka sekeluarga akan bertukar cerita.

"Saya sampai kantor harus jam 07.30 WIB. Tujuannya apa? Kalau saya datang lebih pagi, bisa pulang cepat," ujar Dian memberi tips.

Dahulu, Dian biasa pulang pukul 18.30 WIB, setelah semua pekerjaannya rampung. Kecuali, kalau ada rapat.

"Kuncinya, saya pikir ada tiga. Time management, good plan, dan fokus," katanya.

Kepiawaian mengatur waktu juga membuat Dian berhasil memberikan ASI eksklusif untuk ketiga anaknya. "Malah anak-anak saya mendapatkan ASI sampai usia dua tahun," kata ibu dari Amyra Meidiana (21), Farhan Ariana Rahardian (17), dan Rizki Aulia Muhammad (12) ini.

Untuk urusan ASI, Dian punya cara tersendiri. Saat dia mendapatkan izin cuti, Dian membuat bank ASI. "Saya peras ASI, lalu saya taruh dalam botol-botol," kata dia.

Demi anak-anaknya mendapat ASI eksklusif, Dian pindah rumah. Dari semula di Bekasi, dia boyongan ke kawasan Tebet. Tujuannya, agar dekat dengan kantor. Jadi, sewaktu anak-anaknya masih kecil, Dian menyempatkan waktu untuk pulang saat jam makan siang.

"Nyusuin yang masih kecil, makan siang bareng. Itu saya lakukan sampai anak-anak SD," kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut