SOROT 340

Dian Siswarini, Pemanjat Puncak Menara XL

Deputy CEO XL, Dian Siswarini
Sumber :
  • xl



Sempat ingin sudahi karier

Posisi puncak Dian di operator telekomunikasi dengan 59,6 juta pelanggan itu, memang sudah dia impikan sejak lama. Impian itu semakin terasa nyata saat banyak orang juga memprediksikan hal yang sama.

Sejak Dian diangkat sebagai Deputy CEO oleh RUPSLB awal Januari lalu, seluruh tugas CEO telah ia jalani. Padahal, waktu itu posisi CEO masih dijabat Hasnul Suhaimi. Makanya, tidak banyak yang terkejut ketika Dian akhirnya benar-benar menakhodai XL Axiata.

Namun, perjalanan Dian tidaklah semulus bayangan orang. Bahkan, Dian pernah sempat ingin menyudahi kariernya. Dia sempat terguncang saat mendengar keputusan dokter bahwa anak keduanya menderita autis.

“Usianya masih 1,5 tahun, waktu itu. Kakak ipar saya yang dokter melihat gejala itu di anak saya,” kata dia.

Jelas saja, Dian syok. Hingga punya pikiran untuk berhenti kerja. Namun, niatan itu dicegah suaminya. "Kamu kan mau jadi number one di perusahaan,” ujar Dian mengenang ucapan suaminya kala itu.

Dukungan penuh keluarga kembali memompa semangat Dian. Dia, suami dan orangtua serta saudaranya bergantian mengurus Farhan. Dian mendapat tugas mengurus Farhan dari jam 7-8 pagi. "Kalau weekend, sepenuhnya saya,” kata dia.

Tiap akhir pekan, barulah Dian mengantar Farhan bertemu dokter terapi di Bandung. Namun, perjalanan Jakarta-Bandung yang memakan waktu lima jam (saat itu belum ada tol), dianggap tidak efisien. Akhirnya, Dian memfungsikan salah satu ruang di rumahnya untuk tempat terapi.

Mengenai hal ini, Dian sama sekali tidak bercerita dengan teman-teman kantornya. Dia beralasan, tidak ingin mendapat perlakuan istimewa.

"Saya tidak ingin, ketika mereka tahu masalah saya, treatment mereka ke saya jadi berbeda,” kata dia.

Saat Dian menjalani masa-masa berat itu, untungnya XL kurang bergairah. Pada rentang waktu 1998-2000, nyaris tidak ada pengembangan. "Jadi, blessing juga sih,” kenangnya. Kini, Farhan telah pulih seperti anak kebanyakan.

Dian pun lebih leluasa menjalankan perannya sebagai dirijen perusahaan telekomunikasi. Cita-citanya untuk menjadikan masyarakat nyaman berkomunikasi bisa lebih cepat ia wujudkan.

"Yang sudah kita lakukan adalah membuat masyarakat mendapatkan kesetaraan informasi. Orang berdagang, belanja, belajar, dan memberikan kursus dari internet. Itu manfaat terbesar yang dirasakan masyarakat dari perusahaan telekomunikasi seperti XL," ujarnya.

img_title Menteri Puan: Perempuan Garda Terdepan dalam Revolusi Mental
Aktivis Perempuan Tolak Korupsi

Mereka Perempuan Hebat Selain RA Kartini

Indonesia banyak memiliki sosok perempuan tangguh dan penginspirasi.

img_title
VIVA.co.id
22 April 2015
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut